Dadan menegaskan pengawasan bahan baku di tingkat petani akan diperketat. BGN juga melakukan perbaikan sistem kontrol di dapur umum MBG untuk memastikan keamanan makanan yang dibagikan kepada jutaan penerima manfaat.
Data BGN mencatat 11.640 korban keracunan terkait MBG hingga November 2025, meliputi 211 kejadian. Angka ini mencapai 48 persen dari total kasus keracunan pangan nasional. Rinciannya menunjukkan 636 korban dirawat inap dan 11.004 menjalani perawatan jalan. Jawa menjadi wilayah dengan kasus tertinggi (7.925 korban), disusul kawasan timur (1.907 korban) dan Sumatera (1.808 korban).
Terjadi perbedaan data dengan Kementerian Kesehatan yang mencatat 13.371 penerima manfaat terdampak gangguan kesehatan program MBG.
Meski demikian, Dadan menekankan bahwa secara keseluruhan MBG tetap berjalan baik. Dari Januari hingga November 2025, program ini telah memproduksi 1,8 miliar porsi makanan bergizi untuk anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di seluruh Indonesia.
"Alhamdulillah, sebagian besar berjalan dengan baik," pungkas Dadan menutup paparannya.
Artikel Terkait
Jenazah Lansia Pemulung Ditemukan dalam Reruntuhan Gubuk Terbakar di Antang
Pemuda di Makassar Aniaya Ibu Kandung Usai Ibu Marahi Nenek
Harga Emas Pegadaian Anjlok, Galeri24 dan UBS Turun Signifikan
Dua Rumah Hangus Terbakar di Barru, Diduga Akibat Korsleting Listrik