Babak Pahit Ruben Amorim di Old Trafford Berakhir dengan Pemecatan

- Kamis, 08 Januari 2026 | 06:15 WIB
Babak Pahit Ruben Amorim di Old Trafford Berakhir dengan Pemecatan

Nama Ruben Amorim kembali mencuat. Kali ini, bukan karena prestasi, melainkan kabar pemecatannya dari Manchester United. Klub raksasa Inggris itu resmi mengakhiri kerja sama dengan pelatih asal Portugal itu.

Kabar itu sendiri diumumkan langsung oleh manajemen klub lewat situs resmi mereka, Senin (5/1/2026) lalu. Untuk sementara, kursi pelatih akan dijaga oleh Darren Fletcher.

Lantas, seperti apa sebenarnya perjalanan karier pria berusia 41 tahun ini?

Dari Gelandang ke Pelatih

Ruben Filipe Marques Amorim lahir di Lisboa, 27 Januari 1985. Dunia sepak bola sudah lama dijalaninya. Sebelum memegang papan taktik, ia lebih dulu dikenal sebagai pemain. Posisinya di lapangan adalah gelandang.

Karier profesionalnya dimulai di Belenenses pada 2003. Namun, namanya benar-benar melambung setelah pindah ke Benfica lima tahun kemudian. Bersama sang raksasa Portugal, Amorim merasakan tiga kali juara Liga Portugal dan juga merasakan atmosfer kompetisi Eropa.

Ia sempat dipinjamkan ke Braga dan juga sempat merasakan sepak bola Qatar bersama Al-Wakrah. Di tingkat internasional, Amorim membela Timnas Portugal dan tampil di dua Piala Dunia: 2010 dan 2014. Ia akhirnya memutuskan pensiun pada 2017.

Tak butuh waktu lama untuk beralih peran. Setahun setelah gantung sepatu, Amorim langsung terjun ke dunia kepelatihan. Awalnya di Casa Pia, lalu namanya mulai bersinar saat menangani Braga.

Puncaknya di musim 2019/2020, saat ia membawa Braga juara Piala Liga Portugal. Kesuksesan itu menjadi tiketnya ke Sporting CP pada Maret 2020.

Di Sporting, ia sukses besar. Dua gelar Liga Portugal, dua Piala Liga, dan satu Piala Super berhasil diboyong. Konsistensi inilah yang kemudian menarik perhatian klub-klub besar Eropa.

Babak Berliku di Old Trafford

Harapan besar menyertai kedatangannya ke Manchester United pada 11 November 2024. Ia didatangkan untuk menggantikan Erik ten Hag, dengan kontrak yang mengikat hingga 2027 plus opsi perpanjangan.

Debutnya di Liga Inggris berlangsung di Stadion Portman Road, melawan Ipswich Town. Hasilnya? Imbang 1-1. Marcus Rashford sempat memberi keunggulan cepat, tapi Omari Hutchinson menyamakan kedudukan.

Musim pertamanya, 2024/2025, bisa dibilang naik turun. Di satu sisi, ia berhasil membawa United ke final Liga Europa. Sayang, mereka takluk tipis 0-1 dari Tottenham Hotspur. Di sisi lain, performa di liga domestik sangat mengecewakan. United terpuruk di peringkat 15 dengan hanya 42 poin.

Memasuki musim 2025/2026, angin perubahan tak kunjung datang. Hingga pekan ke-20, United tertahan di posisi enam klasemen, terpaut tiga poin dari zona Liga Champions. Secara total, Amorim menangani 63 pertandingan dengan rata-rata 1,43 poin per laga. Angka yang jauh dari harapan untuk klub sekelas United.

Akhir yang Pahit

Pemecatan itu, bagi banyak pengamat, sudah bisa ditebak. Puncaknya adalah hasil imbang 1-1 melawan Leeds United pada 4 Januari 2026. Namun, yang mempercepat keputusan manajemen mungkin adalah konferensi pers usai laga.

Amorim secara terbuka melontarkan kritik pedas terhadap jajaran atas klub. Sikap itu dianggap melampaui batas.

Statistiknya selama di Old Trafford memang suram. Rasio kemenangannya cuma 32%, yang terendah sepanjang sejarah pelatih United. Pertahanan tim juga bolong-bolong, kebobolan rata-rata 1,5 gol per pertandingan dengan persentase clean sheet hanya 15%.

Angka-angka itulah yang akhirnya menjadi paku terakhir di peti kerjanya. Babak di Manchester United pun berakhir, menorehkan catatan tersulit dalam karier kepelatihan Ruben Amorim di panggung elite Eropa.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar