Menanggapi berbagai laporan tersebut, Arsul Sani menggelar jumpa pers dan menunjukkan dokumen asli ijazah beserta foto-foto wisuda. Ia menempuh pendidikan doktoral di Collegium Humanum - Warsaw Management University dengan program Doctor of Laws (LL.D) melalui skema penelitian.
Arsul menjelaskan perjalanan panjang pendidikan doktoralnya yang dimulai sejak 2011. Awalnya ia mendaftar di Glasgow Caledonian University Skotlandia, namun terhambat oleh kesibukan politik. Setelah cuti akademik dan memutuskan tidak melanjutkan, ia kemudian transfer ke universitas di Polandia pada 2020.
Sebelum mendaftar, Arsul melakukan verifikasi menyeluruh termasuk memeriksa database Kemendikbud dan berkonsultasi dengan Kedutaan Polandia. Proses penelitian disertasinya berlangsung selama dua tahun dengan fokus studi kasus kontraterorisme di Indonesia.
Disertasinya yang berjudul "Re-examining the considerations of national security interests and human rights protection in counter-terrorism legal policy" kemudian dibukukan dan diterbitkan oleh Penerbit Buku KOMPAS. Arsul dinyatakan lulus pada Juni 2022 dan mengikuti wisuda pada Maret 2023.
Ijazah yang telah dilegalisasi oleh KBRI Warsawa inilah yang digunakan sebagai syarat administrasi dalam seleksi Hakim MK. Arsul menegaskan bahwa proses seleksi di DPR dilakukan dengan standar verifikasi berkas asli dan copy yang telah dilegalisasi.
Mengenai perubahan nama universitas, Arsul menjelaskan bahwa Collegium Humanum kini berganti nama menjadi University of Business and Applied Sciences Varsovia. Namun, ia menekankan bahwa perubahan ini tidak mempengaruhi keabsahan ijazah yang dimilikinya.
Dengan penjelasan ini, Arsul Sani berharap dapat memberikan kejelasan mengenai status pendidikan dan kredensial yang dimilikinya sebagai Hakim Mahkamah Konstitusi.
Artikel Terkait
Dasco dan Satgas Bencana: Model Baru DPR untuk Dukung Agenda Prabowo
Warga Cirebon Timur Berjubel Sambut Dede April, Juara Ketiga Dangdut Academy 7
Ketika Kritik Dibalas Teror: Refleksi Pilu dari Kisah Taif di Era Kini
Trump Ancam Turun Tangan di Iran, Teheran Balas dengan Peringatan Keras ke PBB