Hujan deras kembali mengancam Ibu Kota. Menyikapi hal itu, Pemprov DKI Jakarta lewat BPBD-nya memutuskan untuk kembali menjalankan Operasi Modifikasi Cuaca atau OMC hari ini, Jumat (23/1/2026). Langkah ini diambil sebagai upaya mitigasi menghadapi cuaca ekstrem yang berpotensi memicu bencana hidrometeorologi.
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, menjelaskan bahwa operasi hari ini bukanlah tindakan spontan. Semuanya direncanakan matang berdasarkan data meteorologi terbaru.
"Pelaksanaan OMC hari Jumat (23/1/2025) ini dilakukan secara terencana dan berdasarkan pemantauan meteorologi terkini, yang mana sangat penting untuk mengoptimalkan upaya mitigasi hujan lebat," ujarnya kepada para wartawan.
Menurutnya, kerja sama lintas lembaga menjadi kunci. Operasi ini melibatkan BPBD Provinsi DKI Jakarta, BNPB, BMKG, dan tentu saja TNI AU yang menyediakan pesawat.
"Operasi ini merupakan kolaborasi antara BPBD Provinsi DKI Jakarta, BNPB, BMKG, dan TNI AU," tutur Isnawa.
Pesawat CASA 212 A-2105 yang berpangkalan di Halim Perdanakusuma pun diterbangkan. Sasaran pertama? Wilayah atas Kabupaten Bogor. Di ketinggian 5.000 sampai 7.000 kaki, pesawat itu menyebarkan 800 kilogram bahan Kalsium Oksida atau CaO. Tujuannya sederhana tapi krusial: mengendalikan pertumbuhan awan hujan di selatan sebelum bergerak ke Jakarta. Dengan begitu, intensitas hujan yang sampai ke kota bisa diredam.
Namun begitu, pekerjaan belum selesai hanya dengan satu kali penerbangan. Isnawa menegaskan bahwa evaluasi akan terus dilakukan.
"BPBD Provinsi DKI Jakarta bersama BNPB, BMKG, dan TNI AU akan terus melakukan evaluasi dan koordinasi harian selama periode OMC untuk memastikan efektivitas mitigasi cuaca ekstrem," katanya.
Jadi, langkah ini adalah bagian dari siaga bencana yang berkelanjutan. Mereka berharap upaya teknis ini bisa mengurangi risiko banjir dan genangan yang kerap melanda Jakarta saat hujan besar datang.
Artikel Terkait
Menteri PPPA Minta Maaf soal Usulan Gerbong Khusus Perempuan yang Dinilai Tak Sensitif Pascakecelakaan KRL
Menteri PPPA Minta Maaf Usai Usul Pemindahan Gerbong Wanita Dinilai Tak Sensitif Pascakecelakaan Kereta
Gubernur Papua Tegaskan Tanah Masyarakat Depapre Tak Akan Dibeli untuk Proyek Pusat Perikanan
Mesir Gelar Latihan Perang 100 Meter dari Perbatasan Israel, Kerahkan Tank dan Rudal