Rocky juga menyoroti respons Jokowi yang dinilai telah memainkan emosi dan psikologi publik. Menurutnya, jika sejak awal Jokowi mengetahui keaslian ijazahnya, seharusnya hal itu dapat ditunjukkan secara jelas untuk mencegah spekulasi yang berlarut-larut.
Kini, dengan adanya kasus serupa yang melibatkan Gibran, Rocky Gerung melihat adanya kepanikan yang justru menunjukkan betapa seriusnya dampak dari isu ini. Ia meyakini bahwa kasus ijazah ini berpotensi mengguncang tidak hanya sistem politik, tetapi juga sistem moral bangsa Indonesia.
Rocky Gerung mengibaratkan situasi ini sebagai kotak Pandora yang akan membongkar berbagai hal yang terjadi selama sepuluh tahun kepemimpinan Jokowi. Isu ijazah, dalam pandangannya, dapat menjadi pemicu pembahasan yang lebih luas mengenai integritas dan akuntabilitas pemimpin.
Artikel Terkait
Ayah di Cianjur Ditahan Diduga Cabuli Anak Kandung Usia 10 Tahun
Presiden Prabowo Mundur dari Ketua Umum IPSI di Munas ke-16
Mentan Proyeksikan Stok Beras Nasional Tembus 5 Juta Ton, Dorong Hilirisasi Inovasi Kampus
Remaja 14 Tahun Hilang di Hutan Mamuju, Pencarian Gabungan Masih Berlangsung