Rocky juga menyoroti respons Jokowi yang dinilai telah memainkan emosi dan psikologi publik. Menurutnya, jika sejak awal Jokowi mengetahui keaslian ijazahnya, seharusnya hal itu dapat ditunjukkan secara jelas untuk mencegah spekulasi yang berlarut-larut.
Kini, dengan adanya kasus serupa yang melibatkan Gibran, Rocky Gerung melihat adanya kepanikan yang justru menunjukkan betapa seriusnya dampak dari isu ini. Ia meyakini bahwa kasus ijazah ini berpotensi mengguncang tidak hanya sistem politik, tetapi juga sistem moral bangsa Indonesia.
Rocky Gerung mengibaratkan situasi ini sebagai kotak Pandora yang akan membongkar berbagai hal yang terjadi selama sepuluh tahun kepemimpinan Jokowi. Isu ijazah, dalam pandangannya, dapat menjadi pemicu pembahasan yang lebih luas mengenai integritas dan akuntabilitas pemimpin.
Artikel Terkait
Ijazah Palsu dan Drama Hukum: Polisi Melindungi Siapa?
Pencuri Tersandung Tangga, Ternyata Buronan Pembunuhan Bocah Cilegon
Tiga Jenazah Korban Tragedi Warakas Dimakamkan Hari Ini
Bangkit dari Abu, Pedagang Kalibata Mulai Bangun Kembali Usaha