Bantuan Sosial yang Tidak Tepat Sasaran
Program perlindungan sosial menunjukkan pola penyaluran yang mengkhawatirkan. Kartu Keluarga Sejahtera menjangkau 594 ribu rumah tangga kelas menengah, sementara Program Keluarga Harapan dinikmati oleh 727 ribu keluarga dari kelompok yang sama. Bantuan pangan non-tunai bahkan mencapai 1,2 juta rumah tangga kelas menengah.
Insentif Terselubung untuk Kelompok Mapan
Di sisi lain, pemerintah memberikan berbagai insentif khusus yang hanya dapat diakses kalangan tertentu. Kebijakan seperti keringanan pajak untuk kendaraan hybrid mewah dan insentif pajak untuk investasi Surat Berharga Negara valuta asing menunjukkan adanya subsidi tidak langsung untuk kelompok berpenghasilan tinggi.
Kredit Usaha Rakyat dan Akses Terbatas
Program KUR dengan bunga bersubsidi juga lebih banyak dinikmati oleh kalangan yang secara ekonomi sudah mapan. Persyaratan kemampuan bayar yang diterapkan perbankan menjadi hambatan utama bagi masyarakat benar-benar membutuhkan untuk mengakses program ini.
Temuan ini mengindikasikan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap sistem penyaluran subsidi dan bantuan sosial di Indonesia. Efisiensi dan ketepatan sasaran menjadi kunci untuk memastikan dana publik benar-benar menjangkau mereka yang paling membutuhkan.
Artikel Terkait
Pendidikan Terkatung-katung: Ratusan Ribu Anak Korban Bencana Ditinggal Negara
Tiga Nyawa Melayang di Warakas, Mulut Berbusa dan Ruam Merah Jadi Petunjuk Awal
Demokrasi Terengah-engah, Ekonomi Merangkak: Potret Retak Pemerintahan Daerah
Dosen Gugat UU, Hak Hidup Layak Dipertaruhkan di Meja Hijau