Din juga menyoroti bahwa proses hukum yang berjalan saat ini dinilainya justru mengaburkan inti permasalahan sesungguhnya. Ia meyakini bahwa pengadilan yang objektif dan independen akan mampu mengungkap fakta sebenarnya, dan hal inilah yang membuat penegakan hukum terlihat tidak seimbang.
Oleh karena itu, ia mendesak Polri untuk konsisten bersikap jujur, adil, dan tidak memihak, sesuai dengan jargon presisi yang selama ini terus disosialisasikan oleh institusi tersebut.
"Jangan sampai membela yang keliru dan mengabaikan kebenaran. Itu bukanlah cerminan dari presisi yang selalu digaungkan," ungkapnya.
Mengakhiri pernyataannya, Din Syamsuddin menekankan pentingnya dilakukan reformasi internal di tubuh Polri. Tujuannya adalah agar proses penegakan hukum dapat kembali mendapatkan kepercayaan penuh dari masyarakat.
"Saya sepakat, sekarang adalah waktunya Polri melakukan reformasi internal," pungkasnya menegaskan.
Artikel Terkait
Koalisi Sipil Serukan Darurat Hukum di Hari Pertama 2026
Tahun Baru 2026: Dentuman Ganti Sorak, Tudingan Serang-Menyerang Rusia-Ukraina
Pengakuan Israel Picu Gelombang Kemarahan di Jalanan Somaliland dan Somalia
ICW Bongkar Afiliasi Politik di Balik Program Makanan Bergizi Gratis