Serangan Israel di Lebanon Tewaskan Kepala Sekolah di Al-Mansouri
Kementerian Kesehatan Lebanon mengonfirmasi seorang pria Lebanon tewas akibat serangan Israel yang terjadi pada hari Minggu. Menurut laporan resmi, korban yang teridentifikasi sebagai Mohammed Shoueikh merupakan seorang kepala sekolah di kota al-Mansouri.
Serangan tersebut dilaporkan mengenai sebuah kendaraan di wilayah al-Mansouri, daerah selatan Tyre yang berjarak sekitar 10 kilometer dari perbatasan Israel. Hingga saat ini, pihak militer Israel belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden penyerangan ini.
Meskipun belum ada tanggapan resmi, sebelumnya pemerintah Israel menyatakan memiliki hak untuk melakukan serangan terhadap target yang dianggap sebagai ancaman militan di wilayah Lebanon. Pernyataan ini menjadi landasan operasi militer Israel di daerah perbatasan.
Kejadian ini terjadi dalam konteks kesepakatan gencatan senjata antara Lebanon dan Israel yang ditandatangani tahun lalu. Kesepakatan tersebut bertujuan mengakhiri periode pertempuran lebih dari setahun antara Israel dan kelompok milisi Hizbullah.
Berdasarkan perjanjian gencatan senjata, Israel setuju untuk menarik pasukannya dari Lebanon selatan namun tetap mempertahankan kehadiran militer di lima wilayah yang dinilai strategis. Meskipun ada kesepakatan damai, Israel terus melakukan operasi militer rutin di Lebanon dengan alasan menargetkan lokasi operasi Hizbullah.
Insiden terbaru ini kembali mempertanyakan stabilitas keamanan di perbatasan Lebanon-Israel dan implementasi kesepakatan gencatan senjata yang telah disepakati kedua belah pihak.
Artikel Terkait
Tiga Bocah Tewas Tenggelam di Waduk Lamongan Saat Coba Tolong Teman
Delapan Rumah Hangus Terbakar di Permukiman Padat Makassar, Diduga Dipicu Mainan Api Anak
Sidang Isbat Kemenag Tetapkan Awal Ramadhan 1447 H Malam Ini
Bupati Bone Turun ke Pasar Pantau Harga Pokok Jelang Ramadhan