Dongeng Sebagai Media Penguatan Ikatan Emosional Keluarga
Gubernur menekankan pentingnya membangun ikatan emosional antara orang tua dan anak melalui kegiatan mendongeng. Pengalaman pribadinya dalam membacakan cerita rakyat seperti Timun Mas, Sangkuriang, dan Kancil Mencuri Ketimun kepada anak-anaknya menjadi bukti efektivitas metode ini dalam mentransmisikan nilai-nilai budaya.
Potensi Ekonomi Kreatif Berbasis Cerita Rakyat
Cerita rakyat diakui memiliki nilai strategis dalam pengembangan ekonomi kreatif di era digital. Warisan budaya ini dapat dikembangkan menjadi berbagai produk kreatif seperti konten animasi, produksi film, seni pertunjukan, aplikasi interaktif, dan berbagai format konten digital lainnya. Kemampuan mentransformasikan kearifan lokal menjadi produk yang relevan dengan zaman menjadi kunci penciptaan nilai tambah ekonomi.
Festival Sebagai Wadah Kreativitas dan Pelestarian Budaya
Festival storytelling dinilai sebagai ruang kreatif yang inklusif sekaligus peluang ekonomi baru. Antusiasme peserta membuktikan bahwa minat terhadap tradisi dan budaya tetap tinggi di kalangan generasi muda. Keberagaman budaya dan cerita rakyat dipandang sebagai identitas bangsa yang harus terus diwariskan dan dikembangkan sesuai dengan perkembangan zaman.
Nilai-nilai luhur dan kebijaksanaan dalam cerita rakyat diyakini tetap relevan meskipun zaman terus berubah. Jejak sejarah dan kearifan lokal dalam cerita rakyat menjadi fondasi penting dalam pembentukan karakter bangsa yang tangguh menghadapi dinamika globalisasi.
Artikel Terkait
Menteri Agama Ingatkan ASN: Kain Putih di Sorotan Publik 24 Jam
Menag: Anggaran Terbatas Bukan Halangan untuk Cetak Prestasi
Wahdah Islamiyah Jelaskan Kapan Salat di Kendaraan Boleh Dilakukan
Tito Karnavian: Pemulihan Aceh Tamiang Butuh Semangat dan Kerja Nyata