- Lereng yang tampak menggembung.
- Tanah yang ambles atau turun.
- Retakan pada dinding atau pondasi bangunan di sekitar lereng.
5. Tanda Saat Longsor Akan Terjadi
Apabila sudah terdengar suara gemuruh dari dalam tanah atau mulai ada jatuhan kerikil dan material tanah, ini adalah tanda bahwa longsor sudah dalam proses terjadi. Pada kondisi ini, masyarakat harus sesegera mungkin melarikan diri ke tempat yang aman.
Langkah-Langkah Antisipasi dan Evakuasi
Jika tanda-tanda peringatan dini, terutama retakan tapal kuda, telah terlihat, langkah evakuasi harus segera dilakukan. Berikut adalah panduan singkatnya:
Zona Aman untuk Evakuasi
Masyarakat dianjurkan untuk mengungsi ke area yang lebih aman dengan jarak minimal dua kali tinggi lereng dari titik ancaman. Misalnya, jika ketinggian lereng adalah 20 meter, maka jarak evakuasi yang aman adalah 40 meter.
Penanganan Retakan
Bila retakan terdeteksi saat cuaca cerah, upaya pencegahan dapat dilakukan dengan menutup retakan menggunakan material kedap air, seperti lempung, untuk mencegah air hujan meresap dan memperburuk kondisi lereng.
Kewaspadaan Pasca Bencana
Kewaspadaan harus tetap tinggi bahkan setelah longsor terjadi. Curah hujan yang masih tinggi berpotensi memicu longsor susulan, terutama selama proses pencarian korban. Pengamatan yang terus-menerus dan respons yang cepat sangat penting untuk mencegah jatuhnya korban lebih lanjut.
Dengan mengenali tanda-tanda alam dan mengetahui langkah-langkah yang harus diambil, diharapkan masyarakat dapat lebih siap dan mampu meminimalisir risiko korban jiwa akibat bencana tanah longsor.
Artikel Terkait
Jenazah Perempuan Ditemukan Mengapung di Sungai Paria Barru, Diduga Korban Tenggelam Saat Cari Kerang
Kisah Prajurit Ngatijan dan Ilmu Kebal yang Selamatkan Rekan dari Tembakan Belanda di Papua
Polri dan Kemenhaj Bentuk Satgas Khusus untuk Berantas Penipuan Haji dan Umrah
Ledakan Tabung Gas di Pabrik Gizi Ngawi Lukai Satu Pekerja