Misi utama pasukan TNI nantinya adalah memberikan layanan medis kepada warga sipil korban perang serta membangun dan memulihkan infrastruktur yang rusak di Gaza. Kehadiran pasukan Indonesia diharapkan dapat menciptakan situasi yang kondusif bagi proses perdamaian yang lebih permanen.
Selain mengirimkan personel, TNI Angkatan Udara juga akan melanjutkan bantuan logistik secara rutin menggunakan metode airdrop ke wilayah Gaza, seperti yang telah dilakukan sebelumnya.
Mengenai waktu penugasan, Sjafrie menyatakan bahwa keputusan akhir mengenai waktu pemberangkatan pasukan perdamaian Indonesia ke Gaza sepenuhnya berada di tangan Presiden Prabowo Subianto. Kementerian Pertahanan dan TNI terus mempersiapkan segala kebutuhan operasi untuk memastikan kesiapan penuh ketika waktunya tiba.
Artikel Terkait
Lima Desa di Aceh Masih Gelap Gulita Pascabencana, Tiang Listrik Roboh Berantakan
Pertemuan Solo: Skenario Terselubung di Balik Kunjungan Eggi-DHL ke Jokowi?
Prabowo Resmikan Sekolah Rakyat, Targetkan 500 Ribu Siswa dari Keluarga Miskin
Ratusan Ton Bawang Ilegal Berbakteri Digagalkan di Gudang Semarang