Misi utama pasukan TNI nantinya adalah memberikan layanan medis kepada warga sipil korban perang serta membangun dan memulihkan infrastruktur yang rusak di Gaza. Kehadiran pasukan Indonesia diharapkan dapat menciptakan situasi yang kondusif bagi proses perdamaian yang lebih permanen.
Selain mengirimkan personel, TNI Angkatan Udara juga akan melanjutkan bantuan logistik secara rutin menggunakan metode airdrop ke wilayah Gaza, seperti yang telah dilakukan sebelumnya.
Mengenai waktu penugasan, Sjafrie menyatakan bahwa keputusan akhir mengenai waktu pemberangkatan pasukan perdamaian Indonesia ke Gaza sepenuhnya berada di tangan Presiden Prabowo Subianto. Kementerian Pertahanan dan TNI terus mempersiapkan segala kebutuhan operasi untuk memastikan kesiapan penuh ketika waktunya tiba.
Artikel Terkait
Siswa Tewas Usai Senapan Rakitan Meledak Saat Ujian Praktik di Siak
ASN Kementan Ubah Pekarangan Sempit Jadi Model Ketahanan Pangan Keluarga
Suami Tewas Ditikam di Pelukan Istri di Lubuklinggau, Pelaku Masih Diburu
Prabowo Saksikan Penyerahan Denda Hutan Rp11,4 Triliun ke Kas Negara