Analis BRIN Dukung Pernyataan SBY Soal Ancaman Perang Dunia III dan Langkah Pensiun Politik
Peneliti senior Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Lili Romli, menyatakan bahwa peringatan dari Presiden keenam Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), mengenai potensi terjadinya Perang Dunia III merupakan pernyataan yang memiliki dasar kuat. Menurut analisanya, berbagai dinamika dan ketegangan global yang terjadi saat ini menunjukkan gejala-gejala yang mengkhawatirkan.
Lili Romli menjelaskan bahwa tanda-tanda yang mengarah pada konflik global skala besar semakin nyata, meskipun harapan agar hal tersebut tidak terjadi tetap harus dijaga. Pernyataan ini disampaikannya menanggapi pidato SBY yang menyoroti kondisi geopolitik dunia.
Langkah Bijak SBY Pensiun dari Dunia Politik
Di sisi lain, Lili Romli juga memberikan apresiasi terhadap keputusan SBY untuk menyatakan diri pensiun dari dunia politik praktis. Menurutnya, sikap ini merupakan langkah yang tepat dan mencerminkan jiwa negarawan sejati.
Lili menegaskan bahwa posisi presiden merupakan puncak karier politik seseorang. Setelah menyelesaikan masa jabatan, tidak ada lagi posisi yang lebih tinggi untuk dikejar. Menjaga martabat dan kehormatan setelah menjabat adalah hal yang sangat penting.
Keputusan untuk tidak memiliki ambisi politik lebih lanjut setelah pensiun dinilainya sebagai wujud kedewasaan dan kebijaksanaan. Sikap ini sejalan dengan tradisi di banyak negara, di mana mantan presiden beralih peran untuk berkontribusi melalui kegiatan sosial dan kemanusiaan.
Pidato SBY tentang Ancaman Konflik Global
Sebelumnya, dalam sebuah acara Dies Natalis, SBY telah menyampaikan kekhawatirannya mengenai meningkatnya nasionalisme ekstrem dan tindakan sepihak oleh negara-negara besar pemegang hak veto. Kondisi ini, menurutnya, telah melemahkan kerja sama global baik di tingkat multilateral maupun regional.
SBY dengan tegas menyatakan bahwa tren ini harus dihentikan. Ia memperingatkan bahwa jika tidak ada upaya untuk meredakan ketegangan, potensi terjadinya Perang Dunia III terbuka sangat lebar. Pemahamannya yang mendalam tentang geopolitik dan hubungan internasional menjadi dasar dari peringatan serius ini.
Analisis dari peneliti BRIN ini memperkuat peringatan tersebut dan menggarisbawahi pentingnya kewaspadaan komunitas global terhadap kondisi politik dunia yang semakin tidak menentu.
Artikel Terkait
BI Terapkan Kuota Penukaran Uang Baru Jelang Lebaran 2026
Anggota DPR Desak Bentuk Tim Khusus Tangani Penonaktifan Massal Peserta BPJS PBI
Gibran Tegaskan Komitmen Pemerintah Perangi Korupsi dan Dorong RUU Perampasan Aset
Produksi Kakao Nasional Diproyeksi Naik Jadi 635 Ribu Ton pada 2026