Tim Khusus Polisi Bentuk untuk Ungkap Misteri Hilangnya Muhammad Kenzie Alfarezzi Setelah 3 Tahun

- Kamis, 13 November 2025 | 18:42 WIB
Tim Khusus Polisi Bentuk untuk Ungkap Misteri Hilangnya Muhammad Kenzie Alfarezzi Setelah 3 Tahun
Misteri Hilangnya Muhammad Kenzie Alfarezzi: Polisi Bentuk Tim Khusus Setelah 3 Tahun

Misteri Hilangnya Muhammad Kenzie Alfarezzi: Polisi Bentuk Tim Khusus Setelah 3 Tahun

Kasus penculikan anak kembali menjadi sorotan. Setelah berita penemuan Bilqis, seorang bocah perempuan berusia 4 tahun yang berhasil diselamatkan, perhatian kini beralih kepada nasib Muhammad Kenzie Alfarezzi. Bocah laki-laki ini diduga diculik dan telah hilang selama tiga tahun.

Muhammad Kenzie Alfarezzi, yang saat ini seharusnya berusia 6 tahun, pertama kali dilaporkan hilang. Peristiwa itu terjadi di dekat rumah keluarganya di Dusun Danau, Kabupaten Bungo, Jambi, tepatnya pada 1 September 2022 sekitar pukul 09.00 WIB. Kehilangannya terjadi hanya 28 hari sebelum ia merayakan ulang tahunnya yang ketiga.

Kapolres Bungo, AKBP Natalena Eko Cahyono, memberikan konfirmasi terkait perkembangan terbaru kasus ini. "Orang tuanya telah kami undang untuk berkoordinasi kembali. Kami tegaskan bahwa kami tidak diam selama ini. Perkara kehilangan anak ini memang terjadi tiga tahun lalu, namun kini kami mengambil langkah lebih lanjut," ujarnya.

Langkah yang dimaksud adalah pembentukan sebuah tim khusus. Keputusan ini diambil setelah keberhasilan pengungkapan kasus Bilqis di Makassar, yang ternyata memiliki keterkaitan lokasi dengan Jambi, khususnya di Merangin. "Temuan dalam kasus Bilqis menjadi pemicu bagi kami untuk membentuk tim khusus guna menangani kasus Kenzie," jelas Natalena.

Polisi Gabungkan Empat Resor untuk Tim Khusus Pencarian Kenzie

Tim khusus pencarian Muhammad Kenzie Alfarezzi tidak hanya melibatkan Polres Bungo. Kapolres Natalena menyebutkan bahwa tim ini merupakan kolaborasi dari empat kepolisian resor, yaitu Polres Merangin, Polres Bungo, Polres Tebo, dan Polres Sarolangun.

Keterlibatan Polres Sarolangun dinilai krusial karena wilayahnya mencakup komunitas Suku Anak Dalam. Hal ini dianggap penting karena adanya kemiripan modus dan lokasi dengan kasus penemuan Bilqis sebelumnya.

Rencana kerja tim khusus ini sudah disusun. Langkah pertama yang akan dilakukan adalah menggelar pertemuan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan terkait. "Kami akan melibatkan Forpokimda dan mengundang Dinas Sosial. Pertemuan koordinasi ini telah dijadwalkan pada hari Senin," pungkas Natalena, menegaskan komitmen pihaknya untuk mengungkap kasus hilangnya Kenzie setelah tiga tahun lamanya.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar