PDIP Kirim Surat ke BGN Minta Data Kader yang Terlibat Proyek Makan Bergizi Gratis

- Minggu, 19 Juli 2026 | 05:15 WIB
PDIP Kirim Surat ke BGN Minta Data Kader yang Terlibat Proyek Makan Bergizi Gratis

PDI Perjuangan telah mengirimkan surat resmi kepada Badan Gizi Nasional (BGN) untuk meminta data terkait kader partai yang diduga terlibat dalam pengadaan proyek Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini diambil setelah petinggi BGN menyebut hampir seluruh partai politik terlibat dalam program tersebut.

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, partainya ingin memastikan tidak ada kader yang mengambil keuntungan pribadi dari program rakyat. "Nah, terkait dengan surat yang dikirim oleh DPP PDI Perjuangan sampai sekarang belum mendapat jawaban. Padahal surat itu kami maksudkan ketika Wakil Kepala BGN saat itu mengatakan bahwa hampir seluruh partai politik itu terlibat di dalam pengadaan melalui SPPG tersebut," kata Hasto di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Sabtu (18/7/2026).

Hasto menuturkan, partainya perlu melakukan langkah koreksi internal jika klaim BGN benar adanya. "Karena yang mengucapkan adalah otoritas dari Badan Gizi Nasional, maka partai kemudian mengirimkan surat agar kami dapat melakukan suatu langkah-langkah koreksi dan menertibkan di internal kami," tuturnya.

PDIP memiliki aturan ketat bagi seluruh anggotanya untuk tidak menyalahgunakan program pemerintah demi keuntungan finansial, termasuk MBG. "Karena partai sudah mengambil suatu kebijakan setiap anggota dan kader partai dilarang untuk terlibat di dalam suatu proses mencari keuntungan dari program yang seharusnya didedikasikan untuk kepentingan rakyat tersebut," imbuhnya.

Hingga kini, PDIP masih menunggu balasan dari BGN. Jika tidak dijawab, partai akan melayangkan surat kedua. "Ya kalau belum ada jawaban ya nanti kita kirim surat yang kedua ya," pungkasnya.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags