Meskipun menerima hadiah yang penuh makna strategis, Trump sendiri memberikan hadiah yang jauh lebih sederhana kepada Netanyahu.
Sebuah foto bertanda tangan kedua pemimpin yang diambil di Ruang Oval, disertai dengan catatan tulisan tangan Trump yang berbunyi: "Untuk Bibi, Pemimpin yang hebat!"
Foto itu kemudian diunggah ke media sosial oleh putra Netanyahu, Yair Netanyahu, yang menunjukkan hubungan dekat antara kedua pemimpin.
Dalam pertemuan tersebut, Trump juga menyampaikan rencana kontroversialnya terkait konflik di Timur Tengah.
Presiden AS itu mengklaim bahwa AS akan mengambil alih Jalur Gaza, dengan alasan bahwa orang-orang Palestina akan senang meninggalkan wilayah tersebut.
Trump bahkan mengusulkan pemukiman kembali warga Palestina secara permanen di tempat lain dan menjadikan Gaza sebagai wilayah di bawah kepemilikan AS.
Rencana ini langsung mendapat reaksi keras dari berbagai pemimpin dunia. Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dengan tegas menolak ide tersebut.
"Warga Palestina harus diizinkan pulang," tegasnya.
Pernyataan Starmer mencerminkan kecaman luas terhadap kebijakan Trump yang dianggap mengabaikan hak-hak rakyat Palestina dalam konflik yang telah berlangsung selama beberapa dekade.
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Indonesia Khawatir, Langkah Trump Cabut Diri dari 66 Organisasi Internasional Dinilai Ancam Stabilitas Global
Iran Siagakan 400 Unit Tempur, Waspadai Serangan AS-Israel di Tengah Gejolak Dalam Negeri
Kapal Tanker Rusia Disita AS, Moskow Balas dengan Kapal Perang
AS Akhirnya Meringkus Dua Kapal Tanker Armada Bayangan Venezuela