"Seperti di masa lalu pernah dilakukan proxy-proxy Iran itu yang akan bergerak, yang sudah dipersenjatai dengan cukup," kata dia menjelaskan. Sementara itu, menurut Ketua Pusat Studi Air Power Indonesia, Chappy Hakim menilai peningkatan konflik menjadi perang dunia ketiga bisa saja terjadi.
Namun, ia mengingatkan bahwa saat ini perang yang terjadi tidak seperti di masa lalu yang dilakukan secara terbuka.
"Sekarang mereka tidak perlu lagi perang terbuka. Mereka perangnya perang adu pintar," kata dia.
Perang yang dimaksud adalah saling ancam dan juga masuk ke dunia maya atau cyber. Ia menjelaskan, saat ini peperangan sudah masuk dalam matra yang kelima, dari sebelumnya di darat, laut, udara, angkasa luar, kini adalah cyber.
Meski demikian, ia juga menuturkan bahwa walaupun Israel sudah terpojok namun rezim zionis tersebut pasti akan melakukan sesuai keinginannya.
Sebab, jika tidak melakukan sesuai keinginannya, Israel tidak akan bisa bertahan hidup di tengah negara lain yang memusuhinya
Sumber: TVone
Artikel Terkait
China Batasi Drama CEO Jatuh Cinta ke Si Miskin, Sebut Sebar Harapan Palsu
Indonesia Khawatir, Langkah Trump Cabut Diri dari 66 Organisasi Internasional Dinilai Ancam Stabilitas Global
Iran Siagakan 400 Unit Tempur, Waspadai Serangan AS-Israel di Tengah Gejolak Dalam Negeri
Kapal Tanker Rusia Disita AS, Moskow Balas dengan Kapal Perang