Menurut Lavrov, dunia terpecah karena Barat ingin mempertahankan dominasinya sementara wilayah-wilayah “bekas jajahan” berusaha mengembangkan dan memperkuat kenegaraan dan kedaulatan mereka setelah merdeka.
“Barat sudah tertinggal, setidaknya di belakang (blok ekonomi) BRICS,” ujar dia.
Untuk itu, Lavrov mendesak AS untuk menghormati realitas dunia modern dan berhenti berpikir bahwa Washington bisa "mencekik" semua negara dengan dolar--melalui pemutusan koneksi dari sistem SWIFT atau penolakan pinjaman melalui Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia.***
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: sinarharapan.co
Artikel Terkait
Indonesia Khawatir, Langkah Trump Cabut Diri dari 66 Organisasi Internasional Dinilai Ancam Stabilitas Global
Iran Siagakan 400 Unit Tempur, Waspadai Serangan AS-Israel di Tengah Gejolak Dalam Negeri
Kapal Tanker Rusia Disita AS, Moskow Balas dengan Kapal Perang
AS Akhirnya Meringkus Dua Kapal Tanker Armada Bayangan Venezuela