murianetwork.com - JUMLAH korban tewas warga Palestina akibat perang antara Israel dan Hamas telah melonjak melewati 25.000 orang.
Hal ini disampaikan Kementerian Kesehatan di Jalur Gaza pada hari Minggu, sementara Israel mengumumkan kematian seorang sandera lainnya.
Israel tampaknya masih jauh dari mencapai tujuannya untuk membebaskan lebih dari 100 orang lainnya dan menghancurkan kelompok militan Hamas.
Perang telah memecah belah warga Israel, sementara serangan tersebut mengancam akan memicu konflik yang lebih luas yang melibatkan kelompok-kelompok dukungan Iran di Lebanon, Suriah, Irak, dan Yaman yang mendukung Palestina.
Marah terhadap pemerintah Israel dan menuntut pembebasan sandera yang tersisa, kerabat warga mendirikan tenda di luar kediaman Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Yerusalem.
Mereka bersumpah untuk tinggal di sana sampai kesepakatan tercapai.
Artikel Terkait
Trump Klaim Hanya Moralitas Pribadi yang Bisa Menghentikannya
China Batasi Drama CEO Jatuh Cinta ke Si Miskin, Sebut Sebar Harapan Palsu
Indonesia Khawatir, Langkah Trump Cabut Diri dari 66 Organisasi Internasional Dinilai Ancam Stabilitas Global
Iran Siagakan 400 Unit Tempur, Waspadai Serangan AS-Israel di Tengah Gejolak Dalam Negeri