Miliarder Dubai Tersentak: Atas Nama Apa AS Berani Tangkap Presiden Negara Berdaulat?

- Senin, 05 Januari 2026 | 15:25 WIB
Miliarder Dubai Tersentak: Atas Nama Apa AS Berani Tangkap Presiden Negara Berdaulat?

Seorang miliarder Dubai nyatanya tak habis pikir. Khalaf Al Habtoor, sang taipan, menyatakan keterkejutannya yang mendalam atas langkah Amerika Serikat yang menangkap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, pekan lalu. Baginya, tindakan itu terasa begitu lancang. "Siapa yang memberi izin ke Amerika?" tanyanya lantang. "Apa hak mereka menyerang negara berdaulat?"

Pria yang memimpin Al Habtoor Group ini benar-benar heran dengan logika Presiden AS Donald Trump. Bagaimana mungkin sebuah negara bisa dengan mudah mengumumkan penangkapan pemimpin negara lain, lalu mengambil alih kendali? Rasanya dunia sedang berjalan mundur.

Memang, pada hari Sabtu itu Trump tak cuma bicara soal penangkapan. Dia juga menyatakan AS akan mengelola Venezuela dan mengambil kembali minyaknya. Alasannya klasik: untuk mengganti pengeluaran Washington di masa lalu. Pernyataan yang, bagi banyak pihak, terdengar lebih seperti klaim sepihak ketimbang hukum internasional.

Di sisi lain, kegelisahan Al Habtoor makin menjadi. Lewat unggahan di media sosial, dia terus mempertanyakan. "Saya terkejut! Saya tidak paham bagaimana pernyataan seperti ini bisa diucapkan secara terbuka, seolah hal biasa," tulisnya. Kedaulatan sebuah bangsa, menurutnya, seolah telah menjadi barang sepele. "Apakah sekarang sudah boleh satu pihak menentukan siapa yang memerintah, kapan, dan dengan syarat apa saja?"

Dia punya kekhawatiran yang lebih besar. Pelanggaran kedaulatan semacam ini, jika dibiarkan, akan membuka pintu yang berbahaya. Tak ada yang bisa memprediksi ke mana arahnya nanti. Bisa jadi ini preseden buruk untuk konflik-konflik global di masa depan.


Halaman:

Komentar