“Angkatan bersenjata nasional Bolivarian dengan tegas menolak penculikan pengecut terhadap warga Nicolas Maduro Moros, presiden konstitusional Republik Bolivarian Venezuela dan Panglima Tertinggi kami, serta istrinya, Ibu Negara Cilia Flores de Maduro,” tegas Lopez, seperti dikutip Sputnik.
Dia menambahkan, aksi penculikan itu bukan tanpa persiapan. Pasukan AS disebut terlebih dahulu melumpuhkan sistem keamanan di sekitar presiden. Caranya? Brutal.
“Kejahatan itu dilakukan pada hari Sabtu, 3 Januari, setelah sebagian besar tim keamanannya, personel militer, serta warga sipil yang tidak bersalah dibunuh dengan kejam,” paparnya.
Narasi dari Caracas ini tentu saja menambah panas situasi. Sementara itu, dari Washington belum ada tanggapan resmi yang bisa mengonfirmasi atau membantah klaim mengerikan dari Menhan Venezuela tersebut. Dunia kini menunggu, sambil mencerna laporan-laporan yang masih simpang siur ini.
Artikel Terkait
Macron Serukan Koalisi Kemerdekaan untuk Lawan Dominasi AS dan China
Iran Klaim Tembak Jatuh Dua Jet Tempur AS, Bantah Klaim Trump Soal Pertahanan Udara
Akademisi Soroti Troll Army sebagai Alat Baru Propaganda Politik di Era Digital
Trump Ancam Rebut Pulau Kharg, Ultimatum AS ke Iran Berakhir 6 April