Kisah Misca Mancung: Artis Cilik Sukses Bisnis Parfum Setelah Jadi Korban Bullying

- Selasa, 11 November 2025 | 21:20 WIB
Kisah Misca Mancung: Artis Cilik Sukses Bisnis Parfum Setelah Jadi Korban Bullying

Misca Mancung: Dari Artis Cilik Korban Bully Hingga Sukses Jualan Parfum

Misca Mancung, mantan artis cilik yang terkenal lewat sinetron Emak Ijah Pengen ke Mekah, kini memilih jalur berbeda dalam hidupnya. Setelah vakum dari dunia hiburan, remaja ini memulai bisnis parfum sambil melanjutkan pendidikan.

Karier Misca di dunia entertainment dimulai sejak usia empat tahun. Bakat aktingnya yang natural dan ekspresif membuatnya banyak dilirik produser sinetron. Namun di balik kesuksesannya di layar kaca, Misca justru mengalami perundungan dari teman-teman sekolahnya.

Kisah Pilu Misca Mancung Menghadapi Bullying

Dalam sebuah wawancara, Misca mengungkapkan bahwa ia menjadi korban bully karena membantu ibunya berjualan aksesoris. Teman-teman sekolahnya mengejek perubahan statusnya dari artis menjadi penjual.

"Awalnya aku menangis dan tidak terima," kenang Misca. "Namun berkat dukungan dan semangat dari mama, akhirnya aku bisa menerima keadaan dan membiasakan diri."

Perjalanan Hidup Penuh Tantangan

Masalah tidak berhenti di situ. Misca juga harus menghadapi perceraian orang tuanya yang diikuti pengusiran dari rumah oleh tantenya. Rumah tersebut sebenarnya merupakan pemberian kakeknya untuk Misca.

Kejadian pahit ini memaksa Misca dan ibunya untuk berjuang bertahan hidup. Mereka harus mencari tempat tinggal baru sekaligus sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Bisnis Parfum dan Fokus Pendidikan

Kini Misca memutuskan untuk membangun bisnis parfum bersama ibunya. Di usianya yang masih remaja, ia menunjukkan kedewasaan dengan membagi waktu antara berwirausaha dan menempuh pendidikan.

Remaja berbakat ini memiliki target jelas dalam hidupnya. Misca bercita-cita membelikan rumah untuk ibunya dan memberangkatkan sang bunda menunaikan ibadah umrah.

Kisah inspiratif Misca Mancung membuktikan bahwa meski pernah mengalami masa sulit dan perundungan, seseorang tetap bisa bangkit dan menatap masa depan dengan optimis.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar