Nabilah Ayu Eks JKT48 Berbagi Kisah Haru Jadi Relawan untuk Anak-Anak Pengungsi Gaza

- Selasa, 11 November 2025 | 11:50 WIB
Nabilah Ayu Eks JKT48 Berbagi Kisah Haru Jadi Relawan untuk Anak-Anak Pengungsi Gaza
Pengalaman Haru Nabilah Ayu Eks JKT48 Jadi Relawan untuk Anak-Anak Gaza di Yordania

Kisah Haru Nabilah Ayu Eks JKT48 Jadi Relawan untuk Anak-Anak Pengungsi Gaza

Nabilah Ayu, yang dikenal sebagai mantan anggota generasi pertama JKT48, baru saja menjalani pengalaman yang sangat mendalam dengan menjadi relawan di sebuah kamp pengungsian untuk warga Palestina yang berlokasi di Yordania.

Mantan idol grup tersebut menyampaikan rasa syukur yang tak terhingga atas kesempatan langka ini. Ia merasa diberkahi karena dapat membagikan senyuman dan keceriaan kepada anak-anak korban konflik dari Gaza yang kini harus tinggal di pengungsian.

"Ini adalah kebahagiaan dan rezeki yang sangat luar biasa dari Allah untuk saya," tutur Nabilah Ayu dengan penuh perasaan saat berbicara di Gedung Transmedia.

Selama masa tugasnya di Yordania, Nabilah aktif terlibat dalam berbagai kegiatan kemanusiaan. Salah satu rutinitas utamanya adalah membagikan makanan hangat dan bergizi untuk anak-anak tersebut setelah mereka pulang dari sekolah darurat di kamp.

"Kami memastikan makanan yang dibagikan adalah makanan yang mereka sukai, sehingga mereka bisa menikmatinya dengan lahap tanpa paksaan," jelas Nabilah mengenai program hot meal tersebut.

Tidak hanya sekadar membagikan makanan, Nabilah dan tim relawan juga menghibur para pengungsi, terutama anak-anak, dengan mengadakan permainan seru, menyanyi bersama, dan menari. Kehadiran mereka memberikan warna keceriaan di tengah kondisi yang sulit.

Momen paling berkesan dan menyentuh hati bagi Nabilah terjadi saat ia mengunjungi kamp pengungsian terakhir. Di tempat itulah ia bertemu langsung dengan anak-anak dari Gaza yang menjadi korban fisik langsung dari konflik, dengan banyak yang kehilangan anggota tubuhnya.

"Di kamp terakhir, banyak warga Palestina yang baru tiba dari Gaza. Kondisi mereka sungguh memilukan, banyak anak-anak yang kehilangan tangan, kaki, atau bahkan penglihatannya," kenang Nabilah dengan suara bergetar.

Pengalaman langsung terjun ke lokasi ini menjadi sebuah perjalanan batin yang membuka mata hatinya. Nabilah mengaku kembali dengan pandangan hidup yang berubah dan rasa syukur yang jauh lebih dalam atas setiap nikmat yang diterimanya.

"Pengalaman ini sangat berharga dan tidak akan pernah saya lupakan. Semua ini membuat saya menjadi pribadi yang jauh lebih bersyukur," pungkas Nabilah Ayu menutup ceritanya.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar