Kristen Stewart Soroti Masalah Kesetaraan Gender di Hollywood
Aktris dan sutradara Kristen Stewart baru-baru ini menyampaikan kritik pedas mengenai ketimpangan gender yang masih melanda industri film Hollywood. Dalam acara Chanel's 2025 Women's Luncheon, Stewart mengungkapkan kekecewaannya terhadap rendahnya partisipasi perempuan dalam produksi film besar.
Stewart dengan tegas menyatakan kondisi darurat dalam bisnis perfilman. "Sangat menyedihkan melihat statistik film tahun lalu yang dibuat oleh perempuan. Industri kita benar-benar dalam keadaan kritis," ujarnya dengan penuh semangat.
Dalam pidato emosionalnya, aktris yang sedang mempromosikan film debut sutradaranya, The Chronology of Water, ini membahas tantangan yang dihadapi pembuat film perempuan di era modern. Ia menekankan betapa sulitnya memperjuangkan karya yang secara jujur merepresentasikan pengalaman perempuan.
"Mungkin terlihat seperti cerita-cerita oleh dan untuk perempuan akhirnya mendapat pengakuan. Namun kenyataannya, perjuangan di setiap frame sangat sengit. Ketika konten terlalu gelap atau terlalu jujur, respons yang sering muncul adalah penolakan dan rasa tidak nyaman," papar Stewart.
Kandidat nominasi Oscar untuk perannya di Spencer ini juga berbagi kondisi emosionalnya saat menyampaikan pidato tersebut. "Hari ini saya sedang mengalami PMS yang parah, tapi justru ini momen tepat untuk marah. Saya begitu frustasi sampai bisa memakan podium ini dengan garpu dan pisau," ucapnya yang disambut tepuk tangan meriah audiens.
Stewart menekankan bahwa kemajuan yang pernah dicapai perempuan dalam industri film sekarang mengalami kemunduran yang signifikan. "Kemunduran dari momen kemajuan kita yang singkat ini sangat menghancurkan. Model bisnis klub laki-laki yang berpura-pura ingin berkolaborasi sambil tetap meremehkan perspektif kita harus diakhiri," tegasnya.
Di akhir pidatonya, Stewart menyerukan tanggung jawab kolektif bagi pembuat film perempuan yang telah mendapatkan kesempatan. "Kita yang beruntung bisa membuat film memiliki kewajiban moral terhadap generasi penerus," tuturnya.
Data terbaru mengonfirmasi keprihatinan Stewart. Laporan menunjukkan hanya sekitar 12% film rilis utama tahun 2023 yang disutradarai perempuan. Sementara penelitian lain mengungkap perempuan hanya mengisi 24% posisi kunci seperti sutradara, penulis, produser, dan sinematografer pada film-box office terbaru.
Dengan keberanian menyuarakan ketidakadilan sistemik, Kristen Stewart semakin mengukuhkan posisinya tidak hanya sebagai aktris berbakat, tetapi juga advokat vokal untuk kesetaraan gender dalam dunia hiburan global.
Artikel Terkait
Sule Bawa Kejutan dan Gelak Tawa di Konser Comeback Mahalini
Mahalini Kembali ke Panggung, Konser KOMA Hangatkan Istora Senayan
Agrikulture Rilis Single Baru Terang Di Gelap Cahaya, Usung Refleksi Urban Lewat Dance-Punk
Rizky Febian Gandeng Musisi Tunanetra Willy Albani Rilis Single Mencinta Tanpa Arah