Alasan Ayah Jerome Polin Dikremasi, Wasiat Terakhir Marojahan Sintong Sijabat Agar Tak Merepotkan

- Selasa, 04 November 2025 | 13:10 WIB
Alasan Ayah Jerome Polin Dikremasi, Wasiat Terakhir Marojahan Sintong Sijabat Agar Tak Merepotkan

Alasan Ayah Jerome Polin Dikremasi: Keinginan Terakhir Marojahan Sintong Sijabat

Jerome Polin ungkap alasan mendalam di balik keputusan kremasi jenazah ayahnya, Marojahan Sintong Sijabat. YouTuber terkenal ini menjelaskan bahwa kremasi merupakan permintaan khusus dari sang ayah sejak lama.

Melalui Instagram Stories, Jerome Polin membagikan pesan haru tentang keinginan terakhir ayahnya. "Dari kecil, dari dulu, papa sudah ngomong kremasi saja," tulis Jerome Polin mengutip keinginan mendiang ayahnya.

Jerome Polin kemudian mengungkap filosofi di balik permintaan tersebut. "Supaya nggak ngerepotin. Kalau dikubur kan kata papa ingatnya di situ, kalau dikremasi, biar papa hidupnya diingetan kita semua," lanjut penjelasan Jerome tentang alasan ayahnya memilih kremasi.

Kronologi Meninggalnya Ayah Jerome Polin

Marojahan Sintong Sijabat meninggal dunia pada Kamis, 30 Oktober 2025 pukul 15.30 WIB di National Hospital Surabaya. Penyebab meninggal adalah penyumbatan pembuluh darah yang berujung fatal.

Kisahnya bermula ketika Marojahan tiba-tiba merasakan sakit perut tidak biasa. Keluarga langsung membawanya ke IGD terdekat, kemudian dirujuk ke rumah sakit lebih besar. Hasil CT Scan menunjukkan adanya sumbatan di usus akibat gumpalan darah beku.

Meski telah dijadwalkan operasi, kondisi Marojahan memburuk sebelum waktu operasi tiba. Ternyata terdapat clot lain yang menyumbat pembuluh darah menuju paru-paru, membuat kondisinya kritis. Tim medis berjuang selama berjam-jam sebelum akhirnya Marojahan menghembuskan napas terakhir.

Prosesi Pemakaman Ayah Jerome Polin

Jenazah Marojahan Sintong Sijabat disemayamkan di Rumah Duka Grand Heaven. Prosesi ibadah penghiburan dilaksanakan pada 1-2 November 2025, dilanjutkan dengan kremasi pada Senin, 3 November 2025 sesuai permintaan terakhir almarhum.

Keputusan kremasi ini menjadi bentuk penghormatan terakhir keluarga terhadap keinginan sang ayah. "Ya memang itu permintaan papa," tegas Jerome Polin menegaskan bahwa kremasi adalah wasiat ayahnya yang harus ditunaikan.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar