Anwar BAB Akui Pernah Praktik Perdukunan demi Karier di Industri Hiburan

- Senin, 29 Juni 2026 | 07:45 WIB
Anwar BAB Akui Pernah Praktik Perdukunan demi Karier di Industri Hiburan

Presenter Anwar BAB mengakui bahwa ia pernah mendatangi dukun dan melakukan ritual perdukunan pada awal kariernya, sekitar tahun 2015. Saat itu, ia baru saja 'lulus' dari ajang Masterchef Indonesia dan masih bingung menentukan arah di industri hiburan.

Pria bernama asli Anwar Sanjaya Pigano itu mendapat kontrak untuk memandu program dangdut yang melibatkan desainer Ivan Gunawan sebagai mentor. "Karena masih pendatang baru, waktu itu aku masih dekil banget. Ivan Gunawan bilang, 'Ih, War. Muka lo enggak ada auranya. Kalau begini terus, enggak akan laku lo'," ungkapnya dalam podcast Meja Mongol YouTube C8 Podcast, Senin (29/6/2026).

Perkataan Ivan Gunawan membuat Anwar overthinking. Sesampainya di rumah, ia mendapat telepon dari sang desainer yang mengajaknya mendatangi Aki Singkong, seorang dukun 'manjur' di kawasan Cibubur, Jakarta Timur. "Ivan Gunawan video call tuh dan bilang, 'Mau ikut gue enggak? Ada dukun manjur nih'. Gue mikir, main dukun bakal kaya raya nih dan dikenal banyak orang," tuturnya.

Penasaran, Anwar pun mendatangi rumah Aki Singkong yang dikelilingi kebun singkong. Rumah sang dukun hanya sebuah bilik yang ditutupi gorden dan dihiasi pigura foto Presiden Soekarno. "Aku disuruh mandi di sebuah bilik tanpa atap yang berjarak sekitar 1 atau 2 meter dari rumah si dukun. Jadi aku mandi hanya pakai kain gitu di bawah terang bulan," tambahnya.

Setelah ritual itu, Anwar merasa mendapat banyak tawaran pekerjaan. "Waktu itu, aku mengira, praktik perdukunan adalah hal yang lumrah di kalangan pelaku industri hiburan. Makanya aku melakukan itu juga."

Namun, Anwar memastikan praktik tersebut sudah lama ditinggalkannya seiring keputusannya mendalami agama Islam. Ia menyadari setiap nikmat pekerjaan dan popularitas yang ia kecap saat ini merupakan berkat dari Allah.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags