Lalu, bagaimana ceritanya di film? Ini tentang Nea. Hidupnya berantakan setelah ayahnya meninggal. Dia dapat kabar buruk: rumah keluarga mereka ternyata digadaikan sang ayah dulu. Di pundaknya, Nea harus menanggung utang orang tua, biaya kuliah adik, plus kakaknya yang masih numpang tinggal meski sudah menikah. Semuanya memaksanya bertanya, mana sih yang masih bisa dia kendalikan dalam hidup ini?
Di sisi lain, tanggung jawab mengarahkan kisah ini ada di pundak Affandi Abdul Rachman. Sutradara ini punya pengalaman menggarap adaptasi novel bestseller, yaitu 'Negeri 5 Menara'.
Menurut Affandi, kekuatan cerita 'Filosofi Teras' ada pada karakternya yang sangat relatable.
"Setelah baca skripnya, saya lihat semua karakter di cerita ini merepresentasikan orang-orang yang ada di sekitar kita, bahkan mungkin kita sendiri," katanya. "Diterjemahkan ke dalam sebuah kisah naratif, yang bukan hanya bercerita, tetapi membantu penonton ketika menghadapi masalah: Apa yang harus dilakukan?"
Sepintas Sinopsis
Nea berusia 26 tahun. Setelah ayahnya, Marwan, meninggal, dialah yang jadi tulang punggung. Dia menanggung semuanya: kebutuhan rumah, ibunya Ratih, sampai kuliah adik bungsunya, Runi. Kakaknya, Abi, yang sudah menikah dengan Ayu, pun masih tinggal serumah.
Padahal, rencana pernikahannya dengan Dio sudah di depan mata. Tapi, kenyataan pahit soal rumah yang digadaikan untuk biaya nikah Abi membuat Nea memutuskan menunda pernikahannya. Dia pilih memikul masalah ini sendirian. Sayangnya, masalah baru justru datang silih berganti. Nea pun kewalahan.
Artikel Terkait
Tristan Molina Akui Puasa Itu Berat, Olla Ramlan Syukuri Dukungan Pasangan di Ramadhan
Tiffany Young dan Byun Yo Han Resmi Catatkan Pernikahan pada 27 Februari
Marcell Siahaan Rilis Menuju Cahaya, Single Religi dengan Sentuhan Istri dan Nuansa Elektronik
Selebritas Berparas Bule di Indonesia Kerap Disangka Mualaf, Padahal Muslim Sejak Lahir