Dia mengakui, keputusannya berpoligami telah melukai istrinya. Lebih dari itu, tindakannya itu juga meruntuhkan pondasi kepercayaan dalam pernikahan yang telah mereka jalin bertahun-tahun. Sebuah pengakuan yang terlambat, mungkin.
"Dari lubuk hati terdalam, saya menyesal karena telah gagal menjaga amanah dan kehormatan rumah tangga kami. Saya menyesal karena telah membiarkan ego saya sudah melukai banyak pihak," lanjutnya.
Insanul, yang merupakan ayah satu anak ini, paham betul. Kata maafnya takkan serta-merta menghapus air mata dan kepedihan yang dirasakan Wardatina. Tapi setidaknya, dia berharap ini jadi langkah awal untuk perbaikan diri, bukan pembelaan.
Dia menegaskan akan bertanggung jawab penuh atas masalah ini. Karena itulah, dia meminta Wardatina untuk tidak menyalahkan pihak lain dalam hal ini, Inara Rusli.
"Kepada Mawa, saya menghormati sepenuhnya apapun perasaan dan keputusanmu saat ini. Saya sadar butuh waktu yang tak sebentar untuk memulihkan hati yang terluka. Saya tidak akan memaksa. Tapi, saya tidak akan berhenti berharap," ujarnya penuh harap.
Namun begitu, ada satu hal yang masih menggantung. Permintaan maaf Insanul belum dibarengi dengan bukti konkrit soal pernikahan sirinya dengan Inara. Hal inilah yang konjustru semakin menguatkan tekad Wardatina untuk bercerai dan melanjutkan proses hukum kasus perzinaan yang telah dia laporkan.
Artikel Terkait
Juicy Luicy Manggung Dadakan di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta
CALMA Rilis Single Spesial Happy Birthday untuk Rayakan Ulang Tahun ke-6 BIG Records Asia
Jenazah Vidi Aldiano Dimakamkan Hari Ini di TPU Tanah Kusir
Richard Lee Ditahan Polisi Usai Mangkir Pemeriksaan Kasus Perlindungan Konsumen