Menurutnya, Farel tidak pernah dipaksa bekerja. Setiap jadwal manggung selalu mempertimbangkan kondisi fisik dan mentalnya. Jadwalnya disebut masih wajar, bahkan tidak sampai mengganggu sekolah.
“Kami selalu memastikan Farel tetap sekolah dan tidak kehilangan masa kecilnya,” ucap Rais.
Di sisi lain, kasus ini membuka lagi percakapan soal perlindungan anak di industri hiburan. Banyak yang berharap ada pengawasan lebih ketat untuk artis-artis cilik.
Rais sendiri menyambut baik hal itu. Ia mengaku terbuka jika ada evaluasi atau pendampingan dari lembaga terkait.
“Kalau ada evaluasi atau pendampingan, kami sangat terbuka. Tujuannya sama, untuk melindungi Farel,” tambahnya.
Ia berharap publik bisa melihat persoalan ini dengan kepala dingin. Setiap keluarga punya dinamikanya sendiri, yang tak selalu bisa dinilai dari luar.
Pada akhirnya, kasus Farel ini jadi pengingat yang keras. Popularitas di usia dini itu bukan cuma soal panggung dan sorotan kamera. Ia membawa tanggung jawab besar bagi keluarga, manajemen, dan lingkungan sekitar si anak. Semuanya harus ekstra hati-hati.
Artikel Terkait
Mario G Klau Siapkan Konser Spesial untuk Rayakan Satu Dekade Berkarya
Fitri Salhuteru Bantah Tuduhannya, Sebut Nikita Mirzani yang Kerap Lakukan Doxing
Andhara Early Akhiri 14 Tahun Pernikahan, Ungkap Perjuangan Melawan Anxiety
Doktif Soroti Penahanan Richard Lee: Ratusan Miliar vs Keadilan yang Tersendat