“Saya bertemu dengan Bapak Ridwan Kamil dari tahun 2001 sampai 2005 hanya tiga kali. Itu pun semuanya dalam acara resmi. Pertama, saat acara buka puasa bersama di Kota Bandung,” ungkapnya.
“Kedua, ketika menghadiri acara kampanye beliau pada Pilgub DKI. Saat itu saya menjadi bagian dari tim sukses, tepatnya tim sukses Bapak Ridwan Kamil,” lanjut Safa.
Ia menegaskan, klaim kedekatan mereka sangat berlebihan. Safa mengaku cuma sekadar mengenal, tak lebih dari itu.
“Kedekatan saya dengan Bapak Ridwan Kamil juga bukan berarti dekat sekali. Maksudnya, saya hanya sekadar mengenal dan pernah bertemu beberapa kali,” tegas Safa Marwah.
“Itu pun selalu dalam acara resmi, bukan pertemuan pribadi atau bertemu berdua seperti yang dibayangkan netizen,” sambungnya.
Skandal ini bahkan sempat mengarah ke ranah hukum. Nama Safa disebut-sebut bakal diperiksa KPK terkait kasus dugaan korupsi iklan Bank BJB yang juga menjerat Ridwan Kamil.
Menanggapi hal itu, Safa justru bersikap santai. Ia sama sekali tidak merasa takut jika dipanggil. Alasannya sederhana: ia tak pernah menerima apa pun dari Ridwan Kamil.
"Lisa (Mariana) ada komen di IG aku, 'kamu enggak mau ngaku karena takut kena surat KPK ya?' Silakan aja, bapak KPK nyuratin aku, dicek," kata Safa dengan nada tegas.
"Enggak ada aku dikasih apa pun dari beliau, dan enggak ada hubungan apa pun dengan beliau," pungkasnya.
Artikel Terkait
Inara Rusli Cabut Laporan, Pilih Bertahan di Balik Nasihat Buya Yahya
Dakota Fanning: Dari Iklan Deterjen ke Dunia Tarantino
Raffi Ahmad di Kabinet: Peredam Kritik atau Strategi Legitimasi?
Raffi Ahmad dan Senyum yang Menenangkan Kecurigaan Publik