Lukisan SBY Laku Rp 311 Juta, Dana Bantu Korban Banjir Sumatera

- Jumat, 02 Januari 2026 | 07:15 WIB
Lukisan SBY Laku Rp 311 Juta, Dana Bantu Korban Banjir Sumatera

Pengalaman-pengalaman itulah, menurutnya, yang menginspirasi lahirnya lukisan "God's Day". "Saya lihat satu per satu deras airnya dari atas sana... Ini tragedi, ini humanity," tutur SBY. Ia pun dengan legawa melepas karyanya, berapapun harganya, asal bisa membantu sesama.

Membicarakan SBY, tentu tak lepas dari perjalanan panjangnya. Pria kelahiran Pacitan, 9 September 1949 ini adalah presiden pertama Indonesia yang dipilih langsung oleh rakyat. Ia memimpin selama dua periode, dari 2004 hingga 2014, didampingi pertama oleh Jusuf Kalla lalu Boediono.

Jalur kariernya dimulai dari dunia militer. Lulusan terbaik Akabri 1973 ini mengabdi hingga pangkat Jenderal, pernah bertugas sebagai pengamat perdamaian PBB di Bosnia, sebelum akhirnya pensiun pada tahun 2000.

Setelah itu, dunia politik yang digelutinya. Ia pernah menjabat sebagai Menteri Pertambangan dan Energi serta Menko Polhukam di era Presiden Gus Dur. Puncaknya, tentu saja, ketika terpilih sebagai presiden pada 2004.

Di bawah pemerintahannya, ekonomi Indonesia tumbuh stabil di kisaran 5,5 persen, bahkan saat krisis melanda negara-negara maju. Pendapatan per kapita naik signifikan, dan Indonesia kian aktif mengirimkan pasukan perdamaian ke berbagai belahan dunia.

Kini, di masa pensiun, SBY tetap aktif. Dua putranya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), telah meneruskan jejaknya di dunia politik. Dan seperti yang terlihat baru-baru ini, ia juga menyalurkan kegelisahannya melalui kanvas dan kuas. Hasilnya tidak main-main: sebuah karya seni yang bernilai ratusan juta, dan yang lebih penting, untuk tujuan kemanusiaan.


Halaman:

Komentar