Nah, dengan sistem ini, keuangannya jadi jauh lebih teratur. Hasil kerjanya kini dialokasikan untuk hal-hal prioritas: kebutuhan bulanan, bayar sopir, hingga berbagai tagihan rumah. Meski begitu, dia tetap punya uang saku untuk keperluan harian.
"Jadi memang sistemnya setiap gajiku aku bagi beberapa persenlah. Itu untuk dikasih ke ATM-ku yang kecil. Buat beli bensin, buat keperluan harian, kebutuhan makan apa segala macam," terang putra sulung Pasha Ungu itu.
Kebijakan ini ternyata sudah berjalan sejak 2020. Pemicunya sederhana: sebuah kejadian yang membuatnya jera. Waktu itu, uang hasil kerjanya yang jumlahnya cukup besar habis dalam sekejap karena pengeluaran yang tak terkendali.
"Karena kalau aku pegang sendiri, nggak dikontrol uangnya kan, ya habis. Karena sudah pernah kejadian gitu," kenangnya. "Duit misalnya dapat, misalnya familiar yang dua digit misalnya gitu, terus tiba-tiba beli billiard berapa puluh juta, jadi habis gitu saja."
Pengakuan jujurnya ini menarik perhatian banyak orang. Di satu sisi, ini jadi gambaran bagaimana aktor muda ini belajar dewasa. Mengelola keuangan, memprioritaskan masa depan, dan mengakui kesalahan bukan hal mudah. Tapi Kiesha tampaknya sedang berusaha.
Artikel Terkait
BELIFT LAB Tegaskan Heeseung Tak Kembali ke ENHYPEN, Fokus Karier Solo
Pejabat USDA Saksikan Finalis MasterChef Olah Salmon Alaska
Juicy Luicy Manggung Dadakan di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta
CALMA Rilis Single Spesial Happy Birthday untuk Rayakan Ulang Tahun ke-6 BIG Records Asia