Endipat Wijaya Minta Maaf Langsung ke Ferry Irwandi Usai Sindiran Donasi

- Rabu, 10 Desember 2025 | 17:20 WIB
Endipat Wijaya Minta Maaf Langsung ke Ferry Irwandi Usai Sindiran Donasi

Endipat Wijaya Akhirnya Minta Maaf ke Ferry Irwandi Usai Sindiran Soal Donasi Rp10 M

Ribut-ribut di media sosial soal komentar Endipat Wijaya akhirnya menemui titik terang. Anggota Komisi I DPR itu sebelumnya menyulut kontroversi dengan menyindir figur publik seperti Ferry Irwandi yang dinilai "sok paling bekerja" karena menggalang donasi Rp10 miliar untuk korban bencana di Sumatra.

Nah, belakangan ini Ferry Irwandi sendiri yang angkat bicara. Lewat unggahan Instagram-nya, dia merespons gelombang pertanyaan warganet yang heboh dengan pernyataan sang politisi.

"Soal perkataan pak dewan, buat temen-temen yang nanya, saya sama sekali tidak merasa amarah dan kesal. Berkat dukungan luar biasa kawan-kawan semua, yang masif sekali dan tidak berhenti, gak ada orang yang bisa merasa kesal dan marah ketika mendapatkan dukungan dan support sebesar ini. Makasih ya semua,"

Begitu kira-kira tulis Ferry di Instagram, Rabu (10/12) lalu. Kalimatnya santai, tanpa beban. Tapi yang lebih penting, dia mengungkapkan bahwa Endipat Wijaya sudah mengambil langkah untuk menyelesaikan masalah ini.

Rupanya, Endipat telah menghubunginya secara personal.

"Beliau sudah menghubungi saya secara personal dan minta maaf. Saya juga menerima itu karena gak adanya juga memelihara konflik di situasi seperti sekarang,"

Ungkap Ferry. Tak cuma sekadar permintaan maaf, Ferry juga menyampaikan bahwa dalam percakapan itu, dia sempat menyampaikan beberapa keprihatinan dan kebutuhan mendesak warga di lapangan kepada Endipat, yang konon diterima dengan baik.

"Saya juga udah sampaikan beberapa concern dan kebutuhan masyarakat di lapangan dan beliau menerima. Jadi ya sudah buat yang nanya respons saya, itu aja nya hahahaha,"

Pungkasnya dengan kocak.

Sebelumnya, seperti yang ramai diperbincangkan, Endipat Wijaya memang melontarkan kritik pedas. Saat rapat dengan Kementerian Komunikasi dan Digital, dia berkomentar soal figur publik yang dianggap mencuri perhatian dari kerja pemerintah.

Dia merasa upaya pemerintah sering kalah viral.

"Jadi kami mohon nanti ke depan, Kementerian Digi ini mengerti dan tahu persis isu sensitif nasional dan membantu pemerintah memberitahukan dan mengamplifikasi informasi-informasi itu, sehingga nggak kalah viral dibandingkan dengan teman-teman yang sekarang ini sok paling-paling di Aceh, di Sumatra dan lain-lain,"

Kata Endipat dalam rapat yang terekam di kanal YouTube Komisi I DPR, Selasa (9/10). Sindirannya makin jelas. Dia menyebut ada orang yang "cuma datang sekali" tapi berlagak paling berjasa, sementara pemerintah menurutnya sudah hadir dari awal dengan ratusan posko.

Tak berhenti di situ, Endipat pun membandingkan nilai donasi. Donasi perorangan yang disebutnya "cuma Rp10 miliar" itu, dalam pandangannya, tidak sebanding dengan bantuan triliunan rupiah yang sudah digelontorkan negara ke Aceh. Intinya, dia ingin narasi bahwa negara tidak hadir, dihentikan.

Kini, setelah permintaan maaf itu, suasana tampaknya mereda. Ferry Irwandi memilih jalan damai, fokus pada bantuan untuk korban, sementara Endipat Wijaya telah menarik kembali ucapannya. Persoalan selesai? Mungkin untuk sementara. Tapi perdebatan tentang peran publik versus negara dalam situasi bencana, rasanya akan terus berlanjut.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar