Bedu Buka Suara: Nafkah Rp50 Juta dan Bab Baru Hidupnya Sebagai Duda

- Rabu, 10 Desember 2025 | 10:50 WIB
Bedu Buka Suara: Nafkah Rp50 Juta dan Bab Baru Hidupnya Sebagai Duda

Resmi Jadi Duda, Begini Kesiapan Bedu Menghadapi Nafkah Rp50 Juta

Statusnya kini berubah. Komedian Harabdu Tohar, yang akrab disapa Bedu, resmi menyandang gelar duda. Semuanya berakhir di Pengadilan Agama Jakarta Selatan, Selasa (9/12) lalu, saat ia membacakan ikrar talak untuk istrinya, Irma Kartika Anggraeni. Suasana haru jelas tak terhindarkan, menutup perjalanan rumah tangga mereka.

Di balik keputusan yang katanya sudah dipikir panjang, kegelisahan tetap saja datang. Bedu mengaku paling khawatir soal anak-anak. Bagaimana bisa memantau tumbuh kembang mereka sepenuhnya, sekarang ia tak lagi serumah?

"Kita kan nggak bisa 24 jam menemani istri kan. Selama berumah tangga aja kadang-kadang kita masih tersesat, masih suka nggak terpantau, apalagi kita sudah tidak suami istri lagi. Karena, yang saya khawatirkan adalah anak-anak aja sih sebenarnya,"

Begitu ujarnya di lokasi, suaranya terdengar berat.

Namun begitu, beban emosional bukan satu-satunya. Ada tanggung jawab finansial yang cukup besar menunggu. Ia wajib menanggung kebutuhan anak-anak dan mantan istri, termasuk cicilan rumah dan mobil. Kalau dihitung-hitung, totalnya bisa nyaris Rp 50 juta per bulan.

Tapi Bedu mencoba menjelaskan dengan lebih rinci. "Tapi kan bayarnya kan gak langsung Rp 50 juta. Misalkan anak-anak nih Rp 20 juta sama mbaknya, terus listrik rumah, terus kebutuhan anak-anak, kebutuhan makannya. Karena ibunya yang jaga, ya saya kasih makan juga, semuanya ke ibu. Sama cicilannya ya hampir menyentuh Rp 50 juta,"

jelasnya.

Untuk menutupi semua kewajiban itu, ia tak punya pilihan lain selain bekerja lebih keras. Jadwalnya kini dipadatkan. Mulai dari jadi host program religi, MC di berbagai acara, sampai menggarap konten untuk channel YouTube-nya. Semua dikejar.

Kini, pria yang dulu dikenal lewat lawakan itu tinggal di sebuah rumah kontrakan di Depok. Hidupnya berubah drastis.

"Host, sama bikin konten YouTube, sama MC ya masih Alhamdulillah masih ada lebihnya. Kalau buat pulang ke rumah masih Alhamdulillah masih bisa makan, bisa tidur dan bisa buang air,"

tuturnya mencoba bersyukur.

Di tengah beratnya proses perceraian, Bedu berusaha mencari secercah hikmah. Ia memandang ini sebagai momentum untuk berbenah, memperbaiki diri, dan berhenti mencari validasi dari orang lain.

"Kita harus balik ke diri kita, bahwa apa yang sudah kita lakukan buat orang, apakah itu sudah cukup atau belum? Apakah kita sudah berperilaku yang baik atau tidak pada orang lain? Apakah kita sudah benar-benar menjadi versi terbaik bagi orang lain begitu kan? Ya saya rasa saya masih belum cukup. Saya terus belajar, saya terus berbenah untuk meng-update, untuk memperbaiki pribadi saya menjadi orang lebih baik,"

papar Bedu.

Memang, trauma itu ada. Ia mengakuinya. Tapi menurut Bedu, perasaan itu tak boleh membelenggu. Harus ada jalan untuk melangkah lagi ke depan.

"Traumanya harus dijadikan pelajaran. Kalau kita trauma nanti kita nggak bisa berjalan dengan baik ke depannya begitu,"

tutupnya mantap. Sebuah bab baru dalam hidupnya memang sudah dimulai, dengan segala tanggung jawab dan harapan baru.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar