murianetwork.com, FLORES TIMUR - Kabupaten Flores Timur, NTT, tengah menghadapi tantangan serius dalam penanganan warga yang terdampak langsung oleh erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki.
Seiring dua pekan berlalu, kritik muncul terkait absennya posko induk atau posko utama yang dapat mengoordinasikan dan menyediakan penanganan darurat bagi warga yang terkena dampak.
Ketua DPRD Flores Timur, Robertus Rebon Kereta, menegaskan bahwa penanganan yang dilakukan hingga saat ini belum mencapai tingkat maksimal dan itu menjadi tantangan serius dalam beberapa minggu ke depannya.
Baca Juga: Exclusive Insight: Ibnu Wardani di Balik Produksi Replay Indonesia 2023
Seperti dilansir Dari Floresposnet.net, Kereta mendesak Pemerintah Daerah untuk segera mendirikan satu posko induk yang dapat meningkatkan efektivitas penanganan.
Pernyataan ini disampaikan Kereta ketika berada di Posko Boru, Desa Boru, Kecamatan Wulanggitang, pada Kamis (11/1/2024) siang.
Artikel Terkait
Adly Fairuz Digugat Rp 5 Miliar, Diduga Janjikan Kursi Akpol Lewat Jenderal Ahmad
Inara Rusli Ungkap Harapan dan Prioritas di Balik Pilihan Poligami
Ivan Gunawan Wakafkan Tanah untuk Masjid, Ini Tabunganku untuk Akhirat
Salshabilla Adriani Ungkap Cerita Sepele yang Bikin Geleng-Geleng di Awal Pernikahan