Inul Daratista Geram: Bencana Banjir Bandang Sumatra Dijadikan Ajang Pencitraan

- Selasa, 02 Desember 2025 | 18:30 WIB
Inul Daratista Geram: Bencana Banjir Bandang Sumatra Dijadikan Ajang Pencitraan

Hati Inul Daratista lagi gak karuan. Bukan cuma sedih, tapi lebih ke sebel. Wilayah Sumatra dilanda duka akibat banjir bandang yang hebat, membuat ribuan orang kehilangan segalanya. Namun, di tengah jeritan korban yang kelaparan dan kedinginan itu, pedangdut kondang ini justru gerah melihat tingkah segelintir elite politik.

Menurutnya, lokasi bencana seolah berubah jadi panggung pencitraan. Empati? Rasanya jauh. Yang ada justru aksi-aksi yang dinilai lamban dan lebih mementingkan dokumentasi pribadi ketimbang bantuan yang sigap.

Kekesalan istri Adam Suseno ini akhirnya meledak di media sosial. Ia menanggapi kondisi darurat di Aceh, Sumut, hingga Sumbar yang terjadi sejak akhir November lalu.

"Wis mulai byk yg turun lapangan, tapi pencitraan full, futu- futu manja sama yg kelaparan sambil nangis2 halaahh mbuhhh ... cuma bisa elus dada,"

tulis Inul dalam unggahannya, Selasa (2/12/2025).

Ibu satu anak ini sampai kehabisan kata. Ironi di depan mata terasa terlalu menyakitkan. Baginya, tindakan seperti itu sama sekali tidak etis, mengingat situasi di lapangan yang masih mencekam dan kacau balau.

"Sampe ga bs berkata kata aku tuh kok bisa msh sempet pencitraan, gusti,"

tambahnya, menyiratkan keputusasaan.

Fenomena yang disorot Inul ini punya konteksnya. Sebelumnya, publik sempat dihebohkan dengan video Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, yang menangis pilu. Saat itu, ia melaporkan ada kampung yang nyaris "hilang" tersapu air di Aceh Utara dan Bireuen.

Data di lapangan memang suram. Ribuan rumah terendam lumpur, akses jalan nasional lumpuh total. Rakyat sedang benar-benar berjuang. Di sisi lain, sorotan pada sikap dan tindakan para pejabat di lokasi bencana pun kian tajam. Seperti yang dirasakan Inul, ada kesenjangan yang terasa menyakitkan antara penderitaan korban dan aksi-aksi yang terlihat di permukaan.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar