Sarwendah Cari Perlindungan Psikologis Pasca Didatangi Debt Collector

- Jumat, 21 November 2025 | 17:20 WIB
Sarwendah Cari Perlindungan Psikologis Pasca Didatangi Debt Collector

Sarwendah Tertekan, Datangi Psikolog Usai Didatangi Debt Collector

Rasa takut dan was-was masih menghantui Sarwendah. Pasca kediamannya didatangi debt collector, kondisi psikologisnya benar-benar terganggu. Sampai-sampai, ia memutuskan untuk mencari pertolongan profesional dengan mendatangi psikolog.

Sebagai seorang ibu tunggal yang tinggal hanya bersama anak-anaknya, kejadian itu jelas meninggalkan trauma. Bayangkan saja, seorang perempuan di rumahnya sendiri tiba-tiba harus berhadapan dengan situasi menegangkan seperti itu. Rasanya, rasa aman yang selama ini dibangun langsung runtuh seketika.

Ditemui di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (19/11) malam lalu, Sarwendah terlihat buru-buru namun masih bersedia berbagi cerita.

"Aku ke psikolog, iya. Aku cuma mau nanya, kak, kalau kakak seorang perempuan, tiba-tiba ada yang datang ke rumah, kaget nggak? Takut nggak? Gitu aja," ujarnya, mencoba menggambarkan kegelisahan yang dirasakannya.

Dengan suara yang sedikit bergetar, ia melanjutkan, "Apalagi aku kan perempuan, aku punya anak-anak di rumah aku. Aku benar-benar kayak... Terima kasih teman-teman, aku sudah mau flight. Hati-hati."

Di sisi lain, Sarwendah punya alasan kuat kenapa ia memilih untuk sangat berhati-hati dalam bersikap. Privasi dan kedamaian adalah dua hal yang sangat dijaganya. Ia bukan tipe orang yang suka konflik, apalagi sampai berbicara sembarangan di muka umum.

"Kalian tahu, aku orangnya sangat private. Kalian juga tahu aku sangat cinta damai. Dan aku sangat memikirkan apa pun untuk anak-anak aku," tegasnya. "Jadi, aku nggak mau nanti malah jadi disalahkan atau kayak gimana, salah ngomong, nanti diapa-apain gitu."

Namun begitu, ketika ditanya lebih jauh tentang detail masalah yang sebenarnya terjadi, Sarwendah memilih untuk tidak berkomentar lebih lanjut. Semua urusan hukum, katanya, sudah sepenuhnya diserahkan kepada kuasa hukumnya. Ia lebih memilih fokus pada upaya menjaga kondisi mentalnya dan anak-anak dari segala pemberitaan yang mungkin bisa memperkeruh suasana.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar