Sarwendah menjelaskan bahwa sikap anak-anaknya itu sepenuhnya alami dan tidak bisa diatur. Menurutnya, kebahagiaan anak-anaknya adalah prioritas utamanya.
"Kalau anak-anak ya kan nggak bisa di-briefing... Kalau aku lihat anak aku happy, aku juga happy," tuturnya yang kembali dibuat bingung dengan pertanyaan tersebut.
Perasaan serba salah akhirnya mendorong Sarwendah untuk mengakhiri topik pembicaraan. Dengan tawa ringan, ia memilih untuk menutupnya dengan kalimat singkat.
"Sudah ya... YTT (yang tahu-tahu) aja deh," tukasnya.
Sarwendah menambahkan bahwa anak-anaknya sangat peka dalam merasakan suasana dan orang-orang di sekitarnya. Karena kegiatan live sering dilakukan di rumah, interaksi antara anak-anaknya dan Gio terjadi secara alami tanpa direncanakan.
"Anak-anak perasalah, mereka juga bisa merasakan yang mana membuat mereka bahagia, nyaman. Karena kan sering live bareng, sering ketemu anak-anak, aku live-nya kebanyakan di rumah," jelasnya lebih lanjut.
Ia mengakui bahwa obrolan spontan antara anak-anak dan Gio sering kali mengejutkannya. Meski ramai diperbincangkan, Sarwendah menegaskan bahwa ia dan Gio saat ini hanya berfokus pada kerja sama profesional yang mengharuskan mereka bertemu hampir setiap hari.
"Ya dijalani apa aja yang baik," tegas Sarwendah menutup pembicaraan.
Artikel Terkait
Insanul Fahmi Buka Hasil Tes Psikologi, Klaim Bebas dari Tuduhan NPD
Doktif Beri Ultimatum: Richard Lee Diminta Bertobat dan Bayar Pajak Rolls-Royce
Firdaus Oiwobo Buka Suara: Saya Pernah Bakar Rumah Orang di Cengkareng
Inara Rusli Ungkap Rasa Mual Dengar Pernyataan Cinta Fahmi untuk Dua Wanita