Berdasarkan pengembangan dari olah Tempat Kejadian Perkara, ledakan terjadi di dua lokasi berbeda di lingkungan sekolah. Titik pertama adalah area masjid sekolah, sedangkan titik kedua adalah sekitar bank sampah.
Analisis sementara dari rekaman CCTV menunjukkan bahwa pelaku diduga mengendalikan ledakan di dua titik tersebut menggunakan sebuah perangkat remote. Selain itu, di area taman baca, polisi berhasil menemukan satu unit bom rakitan lain yang disamarkan dalam kemasan kaleng minuman bersoda dengan sistem pemicu sumbu bakar.
Yang lebih mengejutkan, dari empat bom yang ditemukan di area bank sampah, hanya dua yang meledak. Dua bom lainnya dinyatakan masih dalam kondisi aktif dan berhasil diamankan oleh aparat sebelum sempat meledak, sehingga mencegah konsekuensi yang lebih buruk.
Artikel Terkait
Prilly Latuconsina Temukan Makna Tahun Baru di Balik Sunyinya Lonceng Kuil Jepang
Tasya Farasya Pilih Umrah di Akhir Tahun, Usai Lalui Ujian Hidup dan Perceraian
Lukisan SBY Laku Rp 311 Juta, Dana Bantu Korban Banjir Sumatera
Ansel Elgort: Dari Balet Sampai Dek DJ, Perjalanan Seniman Multitalenta