Rating Typhoon Family Melonjak Drastis Menjelang Akhir Penayangan
Drama Korea Typhoon Family yang tayang di tvN berhasil mencetak rekor rating tertinggi sepanjang penayangannya. Peningkatan signifikan ini terjadi tepat di dua minggu terakhir sebelum drama ini tamat.
Episode terbaru yang tayang pada hari Minggu berhasil mencatatkan angka rating yang fantastis. Berdasarkan data dari Nielsen Korea, episode tersebut berhasil menduduki peringkat pertama di semua saluran televisi dengan rata-rata rating nasional mencapai 9,9 persen.
Pencapaian gemilang lainnya, Typhoon Family juga menjadi tayangan paling banyak ditonton pada slot waktunya oleh pemirsa berusia 20 hingga 49 tahun. Drama ini berhasil meraih rating nasional rata-rata sebesar 2,8 persen untuk kategori demografi tersebut.
Drama Typhoon Family mengisahkan tentang perjalanan Kang Tae Poong, yang diperankan oleh Lee Jun Ho. Sebagai seorang pengusaha pemula, Tae Poong terpaksa mengambil alih kepemimpinan perusahaan keluarganya yang sedang berada di ambang kehancuran.
Perusahaan tersebut menghadapi tantangan berat dengan kondisi tanpa karyawan, kekurangan dana, dan tidak memiliki stok barang yang bisa dijual. Konflik utama cerita ini berlatar belakang krisis ekonomi IMF yang melanda Korea Selatan pada tahun 1997.
Dalam perjuangannya menyelamatkan perusahaan, Kang Tae Poong dibantu oleh Oh Mi Seon, seorang akuntan utama yang diperankan oleh Kim Min Ha. Karakter Mi Seon digambarkan sebagai wanita pekerja keras yang berjuang untuk menghidupi keluarganya.
Perjuangan Tae Poong dan Mi Seon tidak berjalan mulus. Mereka harus menghadapi persaingan ketat dari perusahaan rival milik Pyo Bak Ho, yang diperankan oleh Kim Sang Ho. Konflik bisnis dan personal menjadi bumbu penyedap dalam drama keluarga bisnis ini.
Artikel Terkait
Rekomendasi Drama Korea Bergaya Sejarah untuk Temani Waktu Ngabuburit
Warganet Duga Hubungan Davina dan Ardhito Bagian dari Manajemen Isu
Lnw Fashion Akhiri Endorsement Inara Rusli Usai Protes Netizen
Richard Lee Diperiksa 12 Jam sebagai Tersangka Pelanggaran Perlindungan Konsumen