Andien Bongkar Masa Kelam dan Sosok Ibu di Konser Suarasmara
Penyanyi jazz Indonesia, Andien Aisyah, menghadirkan momen haru dan mendalam dalam konser bertajuk Suarasmara yang digelar di Istora Senayan, Jakarta, pada Sabtu, 15 November 2025. Di hadapan penonton, Andien membuka sisi lain kehidupannya yang jarang terekspos publik.
Andien mengungkapkan bahwa citra dirinya yang selalu terlihat ceria dan bahagia di mata penggemar tidak sepenuhnya mencerminkan keadaan yang sebenarnya. Ia menjelaskan bahwa setiap orang memiliki kendali untuk memilih apa yang ingin ditampilkan kepada orang lain.
"Banyak yang bilang, 'Andien tuh orangnya ceria banget, kayak happy terus.' Apa yang kalian lihat itu mungkin hanya sebagian kecil dari realita yang sebenarnya. Manusia selalu bisa memilih apa yang ingin mereka tampilkan," ucap Andien dari atas panggung.
Lebih lanjut, ibu satu anak ini berbagi pengalaman pribadinya melewati fase-fase sulit dalam hidup. Andien menggambarkan masa-masa kejatuhannya sebagai periode di mana ia merasa terpuruk, tidak berdaya, dan kehilangan kemampuan untuk bangkit.
"Aku sama seperti semua orang, mengalami masa-masa gelap, terpuruk, jatuh ke jurang, dan merasa tidak berdaya. Ada masa di mana aku terus mencari jawaban dari pertanyaan yang akhirnya tidak juga terjawab," tuturnya dengan penuh perasaan.
Di tengah kegelapan yang ia alami, Andien mengungkap ada satu sosok yang selalu menjadi cahaya dan penyemangat, yaitu ibunya yang ia panggil dengan sebutan bu Yang.
"Di banyak masa saat aku merasa gagal dan tidak punya kemampuan untuk bangkit, tidak ada positivity sama sekali, ada satu orang yang selalu percaya dan mendoakanku bahkan di saat aku merasa tidak berguna, yaitu ibuku," kenang Andien.
Ia memuji ibunya sebagai salah satu perempuan terkuat yang pernah dikenalnya. Banyak kebijaksanaan hidup yang ia pelajari dari sang ibu, termasuk cara memandang perasaan sebagai sesuatu yang bersifat sementara.
"Bu Yang adalah salah satu perempuan paling kuat yang aku tahu. Banyak kebijaksanaan yang aku pelajari darinya. Kalau aku sedang sedih, ibuku selalu bilang bahwa kesedihan akan berlalu, tapi semua rasa memang akan berlalu. Sedih sementara, bahagia juga sementara, karena semua awal pasti ada akhirnya," ujar Andien membagikan nasehat ibunya.
Di akhir penampilannya, Andien menyampaikan ucapan terima kasih yang mengharukan kepada ibunya. "Terima kasih bu Yang, karena bu Yang aku tahu bahwa semua luka dan pahit yang aku rasakan justru menjadi penguat yang kokoh untuk berdiri hari ini. Terima kasih ya bu, terima kasih sudah mengizinkan aku menjadi penyanyi," tuturnya dengan mata berkaca-kaca.
Konser Suarasmara merupakan perayaan spesial menyambut 25 tahun perjalanan karier musik Andien. Acara ini menampilkan nuansa megah dengan kolaborasi bersama Tohpati Jazz Orchestra dan beberapa bintang tamu lainnya, menandai sebuah pencapaian penting dalam perjalanan musiknya.
Artikel Terkait
The Kings Warden Kuasai Box Office Korea Selatan Saat Libur Imlek 2026
Sule Bawa Kejutan dan Gelak Tawa di Konser Comeback Mahalini
Mahalini Kembali ke Panggung, Konser KOMA Hangatkan Istora Senayan
Agrikulture Rilis Single Baru Terang Di Gelap Cahaya, Usung Refleksi Urban Lewat Dance-Punk