Kesepakatan ini dibuat dengan tujuan utama menciptakan situasi yang nyaman dan kondusif bagi pertumbuhan anak. Kedua mantan pasangan ini berkomitmen untuk tidak menjadikan perceraian sebagai alasan untuk bermusuhan.
"Kita enggak mau juga setelah cerai terus jadi musuhan. Enggak lah. Kan ada anak yang harus diperhatikan dan pertumbuhan anak itu yang utama," tegas Riphat.
Lebih lanjut, Riphat menegaskan bahwa hubungan antara Tasya dan Ahmad tetap terjalin dengan baik pasca perceraian. Komunikasi antara keduanya masih berjalan lancar demi mengurus anak-anak mereka bersama-sama.
"Masih komunikasi, baik-baik kok. Karena bagaimanapun kan ada anak yang harus diurus bersama. Anak enggak boleh jadi korban," imbuhnya.
Tidak Ada Tuntutan Nafkah dan Harta Gono-Gini
Dalam gugatan perceraiannya, Tasya Farasya diketahui tidak mengajukan tuntutan untuk nafkah bulanan maupun pembagian harta gono-gini. Hal ini ditegaskan oleh kuasa hukumnya, Sangun Ragahdo.
"Tasya enggak butuh nafkah, dia cuma ingin proses perceraian ini berjalan baik dan jelas," kata Ragahdo.
Tasya Farasya dan Ahmad Assegaf menikah pada 18 Februari 2018 dalam sebuah pesta pernikahan megah yang berlangsung selama tujuh hari. Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai dua orang anak, satu laki-laki dan satu perempuan.
Artikel Terkait
Inara Rusli Buka Suara: Saat Itu Saya Tak Pikirkan Dia Sudah Beristri
Adly Fairuz Diduga Palsukan Identitas Jenderal untuk Tipu Calon Taruna Akpol
Video Viral Intimidasi Warga Buka Borok Pengelolaan Dana Desa di Garut
Impian Biarawati yang Berubah Jadi Sorotan Hollywood: Kisah Anne Hathaway