Okie Agustina Jalani Awal Ramadan di Korea Selatan, Hadapi Tantangan Tanpa Kumandang Azan

- Selasa, 17 Februari 2026 | 07:40 WIB
Okie Agustina Jalani Awal Ramadan di Korea Selatan, Hadapi Tantangan Tanpa Kumandang Azan

MURIANETWORK.COM - Okie Agustina akan menjalani awal puasa Ramadan tahun ini di Korea Selatan bersama putrinya, Shakiena. Perjalanan yang telah direncanakan ini akan menjadi pengalaman pertama bagi mantan istri Pasha Ungu tersebut untuk beribadah puasa di negara dengan mayoritas penduduk non-muslim, sebuah situasi yang diakuinya akan membawa tantangan tersendiri.

Pengalaman Ramadan yang Berbeda di Negeri Orang

Keputusan untuk menghabiskan awal bulan suci di Korea Selatan membuat suasana Ramadan Okie Agustina terasa tidak seperti biasanya. Di tengah persiapan keberangkatan, ia telah membayangkan berbagai perbedaan yang akan dihadapinya, terutama terkait dengan tanda waktu ibadah yang sangat ia kenal di Indonesia.

Okie mengungkapkan, salah satu hal yang paling ia sadari akan berbeda adalah ketiadaan kumandang azan sebagai penanda waktu berbuka. "Korea ini kan bukan negara yang mayoritas muslim ya. Jadi pasti bakal... sudah kebayang sih, waktu azan juga nggak ada," tuturnya.

Menghadapi Tantangan dengan Persiapan

Kondisi tersebut tentu bukan hal sepele. Bagi seorang muslim yang terbiasa dengan atmosfer Ramadan di Indonesia, berpuasa di lingkungan yang tidak mendukung secara religius memerlukan adaptasi dan kesiapan ekstra. Okie menyadari betul bahwa ini akan menjadi ujian baik bagi dirinya maupun bagi putri kecilnya.

Ia pun mengakui bahwa situasi ini merupakan tantangan baru yang harus dijalani. "Ya, itu tantangan tersendiri buat aku sama Shakiena nanti," jelas Okie Agustina mengenai rencana mereka.

Momen Kebersamaan di Tengat Perbedaan

Meski mengakui adanya tantangan, nuansa perjalanan ini tetap dipenuhi dengan antusiasme. Okie tampaknya melihat kesempatan ini bukan hanya sebagai sebuah ujian ibadah, tetapi juga sebagai peluang untuk mempererat ikatan dengan sang putri.

Di balik bayangan ketiadaan azan, tersimpan harapan untuk menciptakan kenangan kebersamaan yang unik. Perjalanan ini dipersiapkan sebagai sebuah pengalaman spiritual yang intim, di mana ia dan Shakiena dapat saling menguatkan dan menemukan makna Ramadan dengan cara mereka sendiri di tengah budaya yang asing.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar