Bayi 42 Hari Tertular Cacar Air Usai Dijenguk Tamu

- Sabtu, 24 Januari 2026 | 11:54 WIB
Bayi 42 Hari Tertular Cacar Air Usai Dijenguk Tamu

Bayi yang baru lahir memang rentan. Daya tahan tubuh mereka masih sangat lemah, jadi paparan virus yang bagi kita cuma gangguan ringan, bisa berakibat serius bagi mereka.

Ambil contoh cacar air. Penyakit ini ternyata bisa menyerang bayi di usia yang sangat dini. Seperti yang dialami seorang bayi berusia 42 hari, didiagnosis dokter terkena cacar air.

Ceritanya berawal dari kunjungan beberapa orang. Melalui akun Instagram @ekadesmiari, sang ibu bercerita bayinya tertular usai dijenguk.

Menurut dokter yang menanganinya, salah seorang tamu itu rupanya membawa virus dari luar. Tanpa disadari, virus itu berpindah saat ia memegang si bayi.

Lho, Kok Bisa Tertular?

Ini yang sering luput dari perhatian. Seseorang bisa saja membawa virus meski tampak sehat-sehat saja, tanpa gejala sakit yang jelas.

Virus varisela penyebab cacar air sangat mudah menular. Risikonya melonjak pada bayi, karena sistem imun mereka belum sempurna betul.

dr. Reza Fahlevi, Sp.A(K), menjelaskan lebih lanjut.

“Penularannya bisa lewat sentuhan. Cacar itu kan ada bintil berisi cairan. Kalau pecah, virusnya bisa menyebar,” ujarnya pada Jumat (23/1).

Perlindungan yang Masih Terbatas

Faktanya, vaksin cacar air baru boleh diberikan saat anak menginjak usia satu tahun. Artinya, bayi di bawah usia itu belum punya tameng optimal dari vaksinasi.

Memang, ada antibodi dari ibu yang diturunkan selama kehamilan. Tapi perlindungan alami ini tidak selalu ada.

“Tidak semua ibu punya antibodi cacar, apalagi kalau belum pernah kena,” jelas dr. Reza.

Nah, di sinilah peran orang tua dan kesadaran orang sekitar jadi kunci. Kalau mau menjenguk bayi baru lahir, atau Anda sendiri yang baru punya bayi dan menerima tamu, batasannya harus ketat.

“Hindari dulu kontak langsung seperti memegang, memeluk, atau mencium bayi. Ini untuk mencegah penularan virus, entah itu cacar atau ISPA,” tegasnya.

Jadi, menjaga jarak saat menjenguk bukan soal sok menjaga gengsi. Ini murni langkah hati-hati. Upaya sederhana untuk melindungi si kecil di fase hidupnya yang paling rentan.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar