Eukaliptus. Ini sih raja untuk urusan pernapasan. Senyawa 1,8-cineole di dalamnya dikenal bisa mengencerkan lendir, redakan batuk, dan bantu bersihkan saluran udara. Nggak heran jadi bahan utama banyak balsem gosok.
Tea Tree. Minyak ini punya sifat antiradang dan antimikroba. Menghirup uapnya diklaim bisa mengurangi pembengkakan sinus dan bantu atasi hidung mampet akibat infeksi.
Oregano. Bersifat ekspektoran alias bantu longgarkan lendir yang nyangkut. Kandungan karvakrolnya juga punya aktivitas antibakteri yang cukup kuat.
Clary Sage. Selain antimikroba, minyak ini juga punya efek anti-inflamasi yang berguna untuk sinusitis bakteri. Aromanya yang earthy juga punya efek menenangkan.
Lavender. Mungkin nggak langsung membuka sumbatan, tapi lavender terkenal bisa meredakan peradangan dan nyeri sinus. Plus, aromanya yang kalem bantu tidur lebih nyenyak saat flu menyerang.
Rosemary. Efek anti-inflamasi dan ekspektorannya cukup baik. Kandungan kamper alaminya membantu membuka saluran udara dan mengurangi bengkak di sistem pernapasan.
Lemon. Aromanya segar dan bersifat antibakteri. Sering dipakai untuk membantu menjernihkan udara di dalam ruangan, terutama saat musim sakit menyerang.
Kemenyan (Frankincense). Minyak ini punya reputasi untuk merilekskan saluran pernapasan, mengurangi stres, dan meredakan batuk berdahak. Efek anti-radangnya juga mendukung kenyamanan saat bernapas.
Cengkeh. Dikenal sebagai ekspektoran alami yang membantu bersihkan lendir dan redakan sakit tenggorokan. Sifat analgesiknya juga bisa kurangi rasa nyeri yang datang bersama flu.
Jadi, buat yang mencari cara alami mengatasi hidung tersumbat, deretan minyak esensial di atas bisa jadi pilihan. Tapi ingat, respons tiap orang bisa berbeda. Kalau gejala berat atau berlanjut, tetap lebih baik konsultasi ke dokter.
Artikel Terkait
Mimpi Merayakan Valentine Sendirian: Bukan Pertanda Buruk, Tapi Pesan dari Bawah Sadar
5 Tanaman Pembawa Hoki untuk Sambut Imlek 2026
Inara Rusli Ungkap Harmoni Keluarga dan Harapan Tersisa di Balik Pernikahan Sirinya
RCTI Luncurkan Microdrama, Cerita Singkat untuk Temani Sore Penonton