Di sisi lain, kita perlu bedakan dulu antara usia biologis dan usia kronologis. Usia kronologis ya umur Anda berdasarkan tanggal lahir. Sementara usia biologis itu cerminan kondisi sel, organ, dan fungsi tubuh secara keseluruhan. Bisa saja seseorang berumur 40 tahun, tapi usia biologisnya setara 35, atau malah lebih tua.
Nah, theobromine inilah yang memberi rasa pahit khas pada cokelat hitam. Selain soal rasa, senyawa ini diduga punya efek biologis yang mungkin mendukung kesehatan sel. Makanya, cokelat hitam yang kadar kakaonya lebih tinggi ketimbang cokelat susu mengandung theobromine dalam jumlah lebih banyak.
Namun begitu, kita harus tetap realistis. Cokelat, sekalipun yang hitam, tetap mengandung gula dan lemak. Kalau dikonsumsi berlebihan, bukannya sehat, malah bisa bikin masalah kesehatan lain.
Jadi, apa kesimpulannya? Anggapan bahwa makan cokelat bikin panjang umur belum bisa sepenuhnya disebut fakta. Memang, cokelat hitam punya komponen yang dikaitkan dengan penuaan lebih lambat. Tapi kunci utamanya tetaplah pola makan seimbang dan gaya hidup sehat. Jangan cuma mengandalkan sebatang cokelat, ya.
Artikel Terkait
Lebih dari Angpau: Menemukan Makna Baru dalam Tradisi Imlek
Aman atau Tidak? Panduan Lengkap Seks Saat Hamil di Tiap Trimester
Lebih dari Sekadar Uang: Kisah Legenda dan Makna Mendalam di Balik Tradisi Angpao
Clare Herdman: Sosok Pendiam di Balik Kesuksesan Pelatih Timnas Indonesia