Bagi sebagian orang, menulis jauh lebih mudah. Coba kirim pesan WhatsApp yang agak panjang di malam hari, atau tinggalkan catatan kecil di kulkas. Menulis memberi kita ruang untuk merangkai kata tanpa tekanan tatap muka.
4. Pilih Momen yang Pas
Jangan menunggu situasi yang dramatis. Justru momen biasa sering paling berkesan: saat naik mobil bersama, jeda iklan di televisi, atau sebelum mengucapkan selamat tidur.
5. Jangan Sungkan Minta Bantuan Profesional
Kalau akar masalahnya adalah trauma atau konflik berat, terapi keluarga bisa jadi solusi. Psikolog dapat memandu komunikasi yang lebih sehat dan aman bagi semua pihak.
6. Bersikap Lembut pada Diri Sendiri
Ini penting. Jangan menghukum diri karena merasa "kaku". Mengekspresikan emosi adalah keterampilan, dan seperti semua keterampilan, butuh latihan. Setiap langkah kecil patut dirayakan.
Untuk Orang Tua: Membaca yang Tak Terucap
1. Hindari Memaksa
Memaksa anak mengucapkan sayang justru bisa membuat mereka semakin menjauh. Beri mereka waktu dan ruang.
2. Baca Isyarat Lainnya
Perhatikan caranya menunjukkan peduli: apakah ia rajin menelpon? Ingat tanggal penting? Mendengarkan curhat Anda dengan serius? Itu semua adalah bahasa cinta versinya.
3. Buka Percakapan dengan Cara Lembut
Coba ucapkan, "Bunda tahu kamu sayang sama kita, kok. Terlihat dari caramu..." Pernyataan seperti ini melegakan dan mengurangi tekanan.
4. Introspeksi Diri
Sudahkah kita menciptakan rumah yang aman bagi emosi? Apakah kita sendiri rutin memberi contoh mengungkapkan sayang? Perubahan seringkali dimulai dari kita.
Sebuah Kisah: Ketika Akhirnya Terucap
Rina, 28 tahun, punya cerita.
"Dua puluh delapan tahun hidup saya, belum pernah sekalipun saya bilang 'sayang' langsung ke orang tua. Kata-kata itu macet di tenggorokan. Keluarga kami memang bukan tipe yang verbal."
"Semuanya berubah saat Papa kena serangan jantung. Melihat beliau terbaring lemah, saya seperti ditampar. Dengan tangan gemetar, saya pegang tangan Papa dan bisikkan, 'Pa, aku sayang Papa.'"
"Dia menangis. Saya juga. Sejak hari itu, saya bertekad untuk tidak menahan-nahan lagi. Sekarang, setiap telepon pasti saya tutup dengan 'Aku sayang kalian.' Awalnya canggung, sekarang jadi kebiasaan. Dan hati saya terasa lebih enteng."
Penutup: Hadiah yang Tak Ternilai
Tidak ada kata "terlambat" untuk mulai. Setiap hari adalah kesempatan baru. Bagi Anda yang masih merasa berat, ingatlah: orang tua tak akan selamanya ada di samping kita. Kata-kata yang tertahan hari ini bisa berubah jadi penyesalan panjang esok hari.
Mulailah dari langkah terkecil yang Anda mampu. Hari ini juga. Dengan cara Anda sendiri.
Karena pada akhirnya, cinta yang terucap dengan cara apa pun adalah hadiah terindah untuk orang yang telah memberi kita segalanya.
Artikel Terkait
Raffi Ahmad Turun Langsung Bantu Diding Boneng Usai Rumah Roboh
Kuasa Hukum Ridwan Kamil Bantah Isu Arka Anak Kandung Aura Kasih
Titus Kembali Pecahkan Misteri Hipnotis di RCTI Minggu Pagi
Dari Jalanan Jakarta ke Puncak Panggung Italia: Eki Cahyadi Ukir Sejarah di All Together Now