Jadi, angka yang lebih tinggi pada perempuan lebih mencerminkan pola akses layanan kesehatan, bukan kerentanan biologis.
Semua temuan kasus ini didapat melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI yang berjalan di berbagai faskes sejak Agustus 2025. Sebarannya cukup beragam di sejumlah provinsi.
Jawa Timur mencatatkan kasus tertinggi, yaitu 23. Disusul Kalimantan Selatan dengan 18 kasus, dan Jawa Barat 10 kasus. Beberapa provinsi lain seperti Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Jawa Tengah, Sulawesi Utara, dan DI Yogyakarta juga melaporkan sejumlah kasus, meski dalam jumlah lebih sedikit.
Dari sisi usia, kelompok anak-anak dan dewasa muda tampak paling terdampak. Sekitar 35,5% kasus berasal dari kelompok usia 1-10 tahun, diikuti usia 21-30 tahun (21%) dan 11-20 tahun (19,4%). Lansia di atas 60 tahun menyumbang 8,1% dari total kasus.
Menyikapi hal ini, Kemenkes mengingatkan pentingnya kewaspadaan. Langkah pencegahan terbaik tetaplah dengan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan menjaga daya tahan tubuh.
Vaksinasi influenza tahunan, terutama untuk kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, dan orang dengan penyakit penyerta, sangat dianjurkan. Vaksin ini masih efektif untuk mencegah sakit berat hingga kematian.
Bila sudah terlanjur merasakan gejala, imbauannya jelas: istirahat di rumah, pakai masker, terapkan etika batuk yang benar. Jangan tunda untuk pergi ke dokter jika gejala tak kunjung membaik setelah tiga hari atau malah bertambah parah.
Artikel Terkait
Panduan Lengkap Atasi Lupa Password dan Daftar UTBK SNBT 2026 di Portal SNPMB
Virgoun Akui Proses Hukum dengan Inara Rusli Masih Berjalan
Lyodra Ginting Rilis Single Rohani Perdana Melodi Cinta-Mu Tuhan
Dude Harlino dan Alyssa Soebandono Diperiksa 7 Jam sebagai Saksi Kasus DSI Rp2,4 Triliun