JAKARTA - Rachel Vennya akhirnya buka suara. Selebgram yang akrab disapa Bunna itu mengungkapkan dirinya didiagnosis mengalami gangguan bipolar. Yang menarik, di balik perjuangannya, Rachel justru merasa bersyukur. Lho, kok bisa?
Melalui Instastory-nya, Bunna blak-blakan mengakui kondisinya. Dia tak menyebut sejak kapan, tapi kini dirinya mengaku sedang dalam proses berdamai. Bahkan, dia melihat ada sisi lain dari bipolar yang dijalaninya. Menurutnya, gangguan itu justru memberinya semangat kerja yang luar biasa. Ya, itu salah satu 'hikmah' yang dia rasakan.
Cerita lengkapnya begini.
Berdamai dengan Diri Sendiri
Rachel Vennya menjelaskan, kondisinya saat ini sudah lebih terkendali. Dia masih dalam pengawasan dokter dan rutin minum obat untuk menjaga semuanya tetap stabil. Meski begitu, Bunna jujur mengakui bahwa mengelola emosi tetap jadi tantangan terberat baginya.
"It's a blessing yet a curse sih. Aku tuh orangnya sangat-sangat ingat apa yang semua orang sudah lakuin ke aku, yang baik maupun jahat. Jadi, aku gampang ke trigger dan kesulut emosi yang meledak-ledak. Itu kekurangan aku yang aku juga gak suka,"
Ujarnya, dikutip Minggu (28/12/2025).
"Reflect aku sama sesuatu yang nyakitin itu cepet gitu, lho, hahaha. Tapi blessing-nya mungkin karena aku kalau kerja gak bisa berhenti, dan karena ada phase ini aku ngerasa mungkin ini yang bikin aku punya rezeki lebih, karena aku gak tahu kalau aku capek,"
tambah Rachel.
Orang lain mungkin melihatnya kelelahan karena seabrek aktivitas. Tapi Bunna justru merasa gelisah kalau tidak bekerja. "Sekalinya rebahan, ya, butuh berhari-hari juga," katanya. Pola kerjanya memang begitu, naik turun.
Soal penanganan, dia mengaku masih rutin kontrol dan minum obat. Sayangnya, untuk hal seperti meditasi atau konsultasi ke psikolog, waktu sepertinya belum mengizinkan.
Peran Lingkungan yang Supportif
Di sisi lain, Rachel sangat menekankan betapa pentingnya dukungan dari orang-orang terdekat. Lingkungan pertemanan yang supportif itulah yang membantunya bertahan hingga sekarang.
"Aku bersyukur punya lingkungan yang support aku dan mereka tuh sadar aku lagi gila atau enggak. Mungkin itu juga kenapa aku selalu keep my circle small, karena aku tuh kalau emosi bisa parah banget, sebenarnya aku malu,"
ungkap Bunna.
Dia juga mengikuti saran dokternya untuk tetap aktif berinteraksi. Tujuannya jelas: agar pikiran-pikiran mengganggu tidak mudah menyelinap. "Bismillah, sesama penyintas kita sama-sama berjuang, ya," tutupnya penuh harap.
Jadi, itulah perjalanan Rachel Vennya. Sebuah pengakuan jujur tentang berdamai dengan diri sendiri, lengkap dengan segala dinamikanya.
Artikel Terkait
Pengadilan Tolak Praperadilan, Status Tersangka Dokter Richard Lee Dikukuhkan
Laporan Forensik Baru Duga Kematian Kurt Cobain Bukan Bunuh Diri
Dokter Peringatkan Bahaya Terapi Api untuk Obati GERD dan Sesak Napas
PNM Berangkatkan 101 Nasabah Mekaar untuk Umroh sebagai Apresiasi