Waspada! Tren Kuku Gel Instan 2025 Bisa Picu Infeksi hingga Kanker Kulit

- Minggu, 21 Desember 2025 | 00:25 WIB
Waspada! Tren Kuku Gel Instan 2025 Bisa Picu Infeksi hingga Kanker Kulit

JAKARTA - Tren kuku di tahun 2025 ini lagi ramai-ramainya dengan kehadiran gel cure press on nails. Praktis banget sih, katanya. Pasangnya gampang, hasilnya awet mirip manicure gel di salon, tapi nggak perlu duduk berjam-jam. Cocok buat yang ingin tampil kece dengan cepat.

Nah, yang membedakannya dari press-on biasa yang tipis dan gampang copot adalah bahannya. Gel cure press-on ini terbuat dari material yang mirip dengan gel profesional salon, cuma ya... versi rumahan. Cara pakainya pun khas: ditempel pakai lem khusus, lalu dikeringkan pakai lampu UV atau LED. Prosesnya persis seperti saat kita gel manicure biasa.

Namun begitu, di balik kepraktisannya, ada beberapa hal yang perlu diwaspadai. Tren yang terlihat instan ini ternyata menyimpan risiko. Menurut sejumlah sumber, berikut beberapa kekurangan yang patut dipertimbangkan sebelum mencoba.

Pertama, soal infeksi. Risiko ini muncul saat proses pengeringan dengan gel. Kalau ada celah antara kuku palsu dan kuku asli misalnya karena penempelan yang kurang pas kelembapan bisa masuk dan terjebak di sana. Ujung-ujungnya, bisa memicu infeksi.

Kedua, alergi. Ini bahaya yang cukup sering disebutkan. Kalau gelnya nggak kering sempurna, bisa memicu reaksi alergi seperti dermatitis kontak saat bersentuhan dengan kulit. Gejalanya? Mulai dari pembengkakan, nyeri, kulit meradang, sampai mengelupas.

Masalahnya, sinar UV dari lampu itu harus bisa menembus kuku tempel untuk mengeringkan gel di bawahnya. Kalau warna kuku tempelnya gelap atau buram, sinar UV bisa terhalang. Alhasil, gelnya nggak kering betul dan risiko alergi kontak pun meningkat.

Lalu, yang nggak kalah serius: kerusakan kuku asli. Setelah kuku tempel itu menempel kuat berkat gel, melepasnya nggak semudah membalikkan telapak tangan. Harus direndam dulu. Kalau dipaksa dicongkel atau ditarik, ya siap-siap saja. Lempeng kuku bisa rusak, bahkan bantalan kuku di bawahnya ikut terluka.

Terakhir, ada isu paparan sinar UV. Lampu yang dipakai untuk mengeringkan gel itu memancarkan radiasi ultraviolet. Dan seperti yang kita tahu, paparan UV berlebihan berpotensi merusak kulit. Dalam jangka panjang, efeknya bisa bermacam-macam. Mulai dari kulit keriput, muncul bintik-bintik penuaan, sampai yang paling menyeramkan meningkatkan risiko kanker kulit.

Jadi, meski terlihat menggiurkan untuk mendongkrak penampilan dalam sekejap, bijaklah sebelum mencoba. Pertimbangkan baik-baik risikonya. Kecantikan itu penting, tapi kesehatan jelas lebih utama.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar