Prabowo: Saya Jadi Jenderal karena Para Petani Indonesia

- Rabu, 07 Januari 2026 | 15:00 WIB
Prabowo: Saya Jadi Jenderal karena Para Petani Indonesia

Di tengah hamparan sawah yang menghijau di Karawang, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sesuatu yang sudah lama terpendam. Menurutnya, profesi sebagai petani selama ini kurang mendapat penghormatan yang sepantasnya. Padahal, dalam pandangannya, justru petani adalah sosok yang paling loyal terhadap negara.

Pernyataan itu bukan tanpa dasar. Prabowo sendiri pernah merasakan langsung berinteraksi dengan dunia pertanian saat memimpin HKTI, dulu pada 2004 dan kemudian 2010. Pengalaman itulah yang membuatnya kerap berjumpa dan memahami persoalan yang dihadapi para petani.

"Puluhan tahun para petani kita, para nelayan kita kurang dihormati, kurang dibela, kurang dilindungi," ujarnya dengan nada serius.

Lalu ia bercerita tentang masa lalu. "Saya waktu saya berhenti dari tentara saya merasa dihormati, saya merasa terhormat."

Acara Panen Raya dan pengumuman swasembada pangan di Kabupaten Karawang, Rabu (7/1) itu, seolah menjadi panggung untuk mengenang jasa-jasa mereka.

Kenangannya kembali melayang ke masa muda. Saat masih berdinas di tentara, tak jarang ia dan rekan-rekannya mendapat bantuan makanan dari petani ketika sedang latihan. Pengalaman sederhana itu ternyata membekas sangat dalam.

"Saya ingat waktu saya masih sangat muda, rakyat yang memberi makan kepada saya. Saya tidak bisa lupa," kenang Prabowo.

Suaranya terdengar bergetar penuh keyakinan. "Ini kesempatan pikiran saya, saya membalas budi, saya membayar utang kembali kepada para petani Indonesia. Saya jadi jenderal karena para petani Indonesia, saya jadi jenderal karena rakyat Indonesia."

Tak berhenti di situ, ia menegaskan kembali komitmennya. "Begitu sabarnya para petani terhadap negara, bangsa Indonesia, para petanilah yang paling setia, yang paling loyal dan yang paling merah putih di Republik Indonesia."

Penghargaan untuk Para Pahlawan Pangan

Di sisi lain, dalam kesempatan yang sama, Prabowo tak lupa memberikan apresiasi konkret. Sebanyak 15 tokoh yang dinilai berjasa di sektor pangan menerima penghargaan. Mereka datang dari beragam latar, mulai dari petani biasa, penyuluh, kepala daerah, hingga perwakilan TNI dan Polri.

Berikut adalah daftar para penerima penghargaan:

Bintang Jasa Utama:
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman

Bintang Jasa Pratama:
Heri Sunarto, Petani pada Poktan Ngudi Luhur, Kabupaten Sukoharjo

Bintang Jasa Nararya:
1. Bobby Irfan Effendi (Penyuluh Pertanian Kabupaten OKU Timur)
2. Winarto (Poktan Sri Sedhono, Kelompok Tani Kabupaten Ngawi)

Satyalancana Wira Karya:
1. Letnan Jenderal TNI Mohammad Naudi Nurdika (Danko Diklat TNI)
2. Setyo Wahono (Bupati Bojonegoro)
3. Aep Syaepuloh (Bupati Karawang)
4. AKBP Toni Kasmiri (Kapolres Lampung Selatan)
5. AKBP Yugi Bayu Hendarto (Kapolres Garut)
6. Letkol Kav. Andhi Ardana Valeriandra Putra (Waaster Kodam XVIII/Kasuari)
7. Letkol Czi. Dili Eko Setyawan (Dandim Merauke)
8. Don Muzakir (Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Tani Merdeka Indonesia)
9. Mugi Raharjo (Penyuluh Pertanian Kabupaten Bojonegoro)
10. Aseng (Poktan Ciraden) Kelompok Tani Kabupaten Cianjur
11. Nurul Hadi (Poktan Sri Ki Lamaran) Kelompok Tani Kabupaten Indramayu

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar